Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah

Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah
Tren teknologi kecerdasan buatan kini memasuki babak baru seiring dengan keputusan para produsen otomotif global, khususnya asal Tiongkok, yang mulai mengalihkan fokus mereka pada pengembangan robot humanoid. Dengan potensi keuntungan yang diprediksi jauh melampaui bisnis mobil listrik, raksasa seperti Xpeng, BYD, hingga Chery kini bersaing ketat menciptakan asisten robotik masa depan yang super cerdas.

NEWSJABAR.ID - Industri teknologi dunia tengah menyaksikan pergeseran paradigma yang luar biasa. Jika beberapa tahun lalu robot humanoid hanya dianggap sebagai bahan pameran atau gimik teknologi, kini mesin-mesin menyerupai manusia tersebut siap menjadi mesin pencetak uang baru bagi para produsen otomotif. Integrasi teknologi kecerdasan buatan berbasis model bahasa besar (LLM) telah memungkinkan robot fisik ini mempelajari berbagai tugas kompleks dengan sangat cepat.

Langkah berani ini dipelopori oleh unit robotika Xpeng yang baru-baru ini berhasil mengamankan pendanaan fantastis sebesar lebih dari 900 juta dolar AS. Investasi besar yang dipimpin oleh IDG Capital bersama raksasa teknologi Tencent dan Alibaba ini melambungkan valuasi perusahaan hingga menembus 6,3 miliar dolar AS. Ini menandai putaran pendanaan swasta terbesar yang pernah tercatat dalam industri kecerdasan buatan fisik di Tiongkok.

Ambisi Menggeser Dominasi Pasar

Bagi para pendiri Xpeng, masa depan bisnis otomotif konvensional mulai memperlihatkan margin keuntungan yang kian menipis. Oleh karena itu, investasi pada robot humanoid komersial bernama 'Iron' dianggap sebagai langkah strategis yang jauh lebih menjanjikan. Xpeng tidak sendirian dalam perlombaan ini. Chery Automobile melalui unit robotikanya, AiMOGA, juga dilaporkan tengah bersiap untuk melantai di bursa saham (IPO) demi memperluas jangkauan pasar internasional mereka.

Sementara itu, raksasa mobil listrik BYD baru saja memamerkan robot humanoid andalan mereka yang diberi nama Xiao Di. Beberapa pabrikan besar Tiongkok lainnya seperti Changan, GAC, Li Auto, SAIC, hingga Seres juga tidak mau ketinggalan dan mulai mengalokasikan sumber daya besar untuk memproduksi robot serupa.

Keunggulan Manufaktur dan Tantangan Global

Keunggulan utama produsen Tiongkok terletak pada rantai pasokan hardware yang sangat kuat. Mereka memiliki semua infrastruktur fisik yang dibutuhkan untuk memproduksi robot dalam skala massal. Tantangan terbesarnya kini adalah seberapa cepat mereka dapat menyaingi teknologi perangkat lunak kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh para kompetitor Barat.

Di belahan dunia lain, Hyundai yang memiliki Boston Dynamics berencana untuk menguji coba robot Atlas generasi terbaru di pabrik mereka tahun ini untuk tugas-tugas perakitan suku cadang. Langkah ekspansif juga diambil oleh Mobileye yang mengakuisisi startup robotika Mentee Robotics senilai 900 juta dolar AS, serta Rivian melalui unit barunya, Mind Robotics. Persaingan global ini mempertegas bahwa era asisten robotik di dunia industri dan komersial bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan realitas bisnis baru yang sangat menguntungkan.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber techcrunch.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah
  • Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah
  • Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah
  • Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah
  • Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah
  • Bukan Lagi Mobil Listrik! Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Berbondong-bondong Garap Robot Manusia Demi Keruk Cuan Melimpah