Di Tengah Ancaman Gempa Susulan, 94 Pengungsi di Cibal Manggarai Terima Pengobatan Gratis
MANGGARAI — Pemerintah daerah beserta berbagai elemen kemanusiaan terus mengintensifkan pemerataan layanan medis darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah merampungkan penanganan di klaster Kecamatan Reok dan Reok Barat, tim medis kini mulai merambah wilayah pedalaman guna menjangkau warga di posko penampungan darurat yang belum tersentuh bantuan secara optimal.
Pada Sabtu (22/8/2026), unit layanan kesehatan bergerak (mobile clinic) berhasil menjangkau Dusun Wotok, Desa Riung, Kecamatan Cibal. Kendati proses pemeriksaan klinis ini dihantui ancaman gempa susulan yang masih aktif terjadi, antusiasme warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tetap tinggi. Sebanyak 94 warga dari berbagai kelompok usia—mulai dari balita, anak-anak, hingga dewasa—mendapatkan pemeriksaan fisik gratis serta pembagian obat-obatan.
Kondisi Sanitasi Picu Berbagai Penyakit di Tenda Pengungsian
Berdasarkan data rekam medis dari pemeriksaan di Kecamatan Cibal, kondisi sanitasi yang buruk serta faktor cuaca yang tidak menentu di sekitar area tenda mandiri mulai memicu berbagai keluhan kesehatan. Beberapa jenis penyakit yang paling mendominasi di kalangan pengungsi meliputi:
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
- Hipertensi (dipicu oleh stres pascabencana)
- Observasi Febris (gejala demam)
- Dermatitis (infeksi atau gangguan kulit)
- Gastritis dan Migrain
- Asam Urat serta Diabetes Melitus (DM)
Untuk menyiasati keterbatasan sarana, pelayanan medis diterapkan secara jemput bola melalui metode mobile clinic. Tim bergerak ini diperkuat oleh satu dokter spesialis serta tiga perawat terampil yang siap siaga melayani para pasien.
Perluasan Jangkauan Layanan Kesehatan
Selain menyasar Dusun Wotok, tim medis juga dikerahkan untuk memperkuat pos pelayanan kesehatan di pusat pengungsian utama Golo Conggo. Program penyisiran berkala ini direncanakan terus berlanjut ke desa-desa lain yang memerlukan intervensi medis darurat.
Rencana pergerakan armada medis ke depan akan disesuaikan dengan hasil verifikasi laporan lapangan yang dikirimkan oleh pemerintah desa setempat serta para relawan kemanusiaan yang bertugas. Humas organisasi kemanusiaan daerah juga menekankan krusialnya ketersediaan logistik obat-obatan guna menyokong operasional klinik keliling ini.
"Harapannya semua masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai bisa mendapatkan perawatan medis dan penambahan kebutuhan tenaga kesehatan yang masih kurang," ujar Adrian Jr. selaku Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT saat memantau langsung jalannya pelayanan di Cibal, Sabtu (22/8/2026).
Langkah sigap ini diharapkan dapat meminimalisir risiko penularan penyakit di kalangan korban gempa bumi sekaligus memulihkan kondisi fisik para pengungsi di tengah situasi yang serba terbatas.

Posting Komentar