Kiamat Bebas Aturan! Uni Eropa Resmi Jerat ChatGPT, Reddit, dan Roblox dengan Hukum Digital Paling Sadis

Uni Eropa secara resmi memasukkan ChatGPT buatan OpenAI ke dalam kategori Mesin Pencari Online Sangat Besar (VLOSE) di bawah Undang-Undang Layanan Digital (DSA). Langkah drastis ini memaksa platform AI tersebut mematuhi regulasi ketat demi melindungi kesehatan mental anak-anak, mengamankan privasi, serta memberantas penyebaran konten ilegal di ruang siber.
NEWSJABAR.ID - Uni Eropa akhirnya mengambil tindakan ekstrem untuk menjinakkan keliaran teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian merajalela tanpa batas. OpenAI, sang raksasa di balik ChatGPT, kini tidak lagi bisa melenggang bebas tanpa pengawasan ketat dari otoritas hukum di daratan Eropa.
Komisi Eropa baru saja menetapkan ChatGPT sebagai Very Large Online Search Engine (VLOSE) di bawah payung hukum Digital Services Act (DSA). Keputusan ini menyejajarkan chatbot pintar tersebut dengan raksasa mesin pencari konvensional lainnya yang dinilai memiliki pengaruh masif dan sistemik terhadap masyarakat global.
Tidak sendirian dalam pusaran regulasi baru ini, platform diskusi populer Reddit dan jagat game virtual Roblox juga ikut diseret ke dalam kategori serupa. Ketiganya kini wajib mematuhi aturan ketat yang dirancang untuk melindungi pengguna dari berbagai dampak negatif perkembangan teknologi AI dan algoritma adiktif, terutama yang menargetkan kelompok rentan seperti anak-anak di bawah umur.
Regulasi DSA yang kini menjerat ChatGPT melarang keras platform-platform tersebut menargetkan iklan kepada anak-anak, serta melarang penggunaan data sensitif seperti orientasi seksual, agama, etnis, dan pandangan politik pengguna untuk kepentingan komersial. Bagi pengguna yang sering mengakses teknologi ini lewat gadget terbaru mereka, pengetatan ini menjamin ruang digital yang jauh lebih transparan dan minim manipulasi psikologis.
Jika terbukti melanggar aturan berat ini, OpenAI dan platform raksasa lainnya harus bersiap menghadapi denda fantastis yang bisa mencapai hingga 6 persen dari total pendapatan global tahunan mereka. Langkah berani Uni Eropa ini menegaskan bahwa aspek keamanan konsumen dan keamanan data publik harus berada di atas kepentingan bisnis korporasi teknologi mana pun.