Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun

Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun
Sebuah proyek ambisius bernama Fermi Explorer bersiap mencetak sejarah baru dalam eksplorasi antariksa dengan rencana mengirimkan wahana seberat 1 kilogram ke sistem bintang terdekat, Alpha Centauri, dalam perjalanan abadi selama 80.000 tahun menggunakan teknologi yang ada saat ini.

NEWSJABAR.ID - Era baru penjelajahan ruang angkasa kini beralih dari sekadar mimpi fiksi ilmiah menjadi rencana nyata yang sangat berani. Pendiri startup teknologi Starcloud baru saja meluncurkan inisiatif nirlaba bernama Fermi Explorer. Misi revolusioner ini bertujuan mengirimkan pesawat antariksa mini untuk menempuh perjalanan luar biasa melintasi ruang antarbintang menuju Alpha Centauri.

Jika proyek ini berhasil diluncurkan, wahana tersebut akan menjadi objek buatan manusia pertama yang secara eksplisit ditargetkan untuk menuju sistem bintang lain, sekaligus menjadi benda buatan manusia keenam yang berhasil keluar dari tata surya kita.

Misi Murah dengan Target Ambisius

Di balik proyek ambisius ini terdapat nama-nama besar di industri teknologi antariksa, seperti Philip Johnston, Adi Oltean, dan Ezra Feilden, dibantu oleh manajer program Garret Jameson. Mereka merancang pesawat antariksa ultra-ringan dengan muatan (payload) berukuran hanya 10 sentimeter kubik seberat 1 kilogram.

Berbeda dengan proyek luar angkasa bernilai miliaran dolar lainnya, Fermi Explorer menargetkan total biaya yang sangat efisien, yaitu sekitar USD 15 juta (sekitar Rp235 miliar), dengan target peluncuran pada tahun 2029. Saat ini, organisasi nirlaba tersebut tengah membuka kesempatan bagi vendor, donatur, serta komunitas ilmiah dan seni untuk menyumbang ide maupun muatan yang akan dibawa—mirip dengan piringan emas (Golden Record) yang dibawa oleh wahana legendaris Voyager milik NASA.

Mengapa Memilih Perjalanan 80.000 Tahun?

Banyak rencana eksplorasi luar angkasa antarbintang yang kandas karena jarak yang terlampau jauh dan keterbatasan teknologi kecepatan kita saat ini. Sebagai gambaran, Voyager yang diluncurkan pada tahun 1977 kini berada sekitar 26 miIiar kilometer dari Bumi. Sementara itu, Alpha Centauri berjarak sekitar 41 triliun kilometer.

Sebelumnya, sebuah konsorsium nirlaba pernah mendanai proyek mercusuar yang mencoba menggunakan teknologi laser super cepat untuk mencapai Alpha Centauri dalam waktu 20 hingga 30 tahun dengan biaya fantastis. Namun, proyek ambisius bernilai miliaran dolar itu akhirnya kandas di tengah jalan pada tahun 2025. Di sinilah Fermi Explorer mengambil pendekatan yang sangat berbeda.

"Kami sangat bertekad untuk meluncurkan sesuatu dalam tiga tahun ke depan," ujar Philip Johnston. "Perbedaan besar antara Fermi Explorer dengan misi antarbintang lainnya adalah mereka mencoba menyelesaikannya dalam masa hidup manusia biasa, yang membutuhkan biaya riset mesin pendorong hingga miliaran dolar. Kami secara sadar memilih 80.000 tahun sebagai misi minimal yang paling layak dilakukan."

Strategi Bertahan di Dinginnya Ruang Hampa

Rencananya, pesawat antariksa mini ini akan menumpang roket komersial (rideshare), lalu menggunakan sistem penggerak elektrik berdaya rendah namun sangat efisien untuk melakukan manuver ketapel gravitasi (slingshot) keluar dari orbit Bumi menuju Alpha Centauri. Wahana ini akan aktif mengirimkan data selama sekitar 12 tahun pertama sebelum akhirnya memasuki fase mati suri dan meluncur bebas ke sistem bintang tujuan.

Mengenai kekhawatiran apakah material logam tersebut bisa bertahan ribuan abad di luar angkasa, Johnston sangat optimistis. "Jika tulang dinosaurus saja bisa bertahan selama 200 juta tahun di Bumi, maka kotak logam di ruang hampa yang minim radiasi ekstrem dapat dengan mudah bertahan selama 50.000 hingga 80.000 tahun. Kami tidak berencana menyalakan kembali mesinnya di akhir perjalanan, melainkan berharap peradaban manusia di masa depan yang jauh lebih maju yang akan mencegat dan menemukannya," pungkasnya.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber techcrunch.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun
  • Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun
  • Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun
  • Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun
  • Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun
  • Bukan Fiksi Ilmiah! Kotak Logam Abadi Ini Siap Dikirim dalam Perjalanan Luar Angkasa Selama 80 Ribu Tahun