Guncang Podium PBB! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia Saat Delegasi Kompak Angkat Kaki: 'Kami Tidak Punya Pilihan Lain'

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memicu gelombang kontroversi di Sidang Umum PBB dengan pidato yang penuh tantangan meskipun dihujani aksi walkout oleh puluhan delegasi negara lain. Di tengah kecaman internasional atas eskalasi militer di wilayah tersebut, Netanyahu bersumpah untuk terus bertempur hingga meraih kemenangan total, sembari melontarkan serangan verbal tajam kepada para pemimpin dunia yang berani mengkritik kebijakan negaranya.

NEWSJABAR.ID - Suasana di ruang Sidang Umum PBB mendadak tegang ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melangkah menuju podium. Sebelum ia sempat mengucapkan kata pertama, puluhan delegasi dari berbagai negara secara serentak bangkit dari kursi mereka dan meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes keras atas aksi militer Israel di Gaza dan Lebanon. Namun, bukannya gentar, Netanyahu justru memberikan respons yang sangat provokatif terhadap aksi tersebut.

Pidato Berapi-api di Tengah Ruangan yang Kosong

"Jika ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan aula ini, silakan lakukan sekarang," cetus Netanyahu dengan nada menyindir. Ia menegaskan bahwa Israel tidak memiliki pilihan selain terus berjuang demi eksistensinya. Dalam pidato yang berdurasi cukup lama tersebut, sang pemimpin Israel bersumpah untuk memenangkan Konflik Timur Tengah yang saat ini tengah membara, tanpa memedulikan tekanan dari dunia luar.

Netanyahu juga secara tegas menolak segala tuduhan yang menyatakan bahwa pasukannya melakukan genosida di Gaza. Ia justru membela habis-habisan kampanye militernya di Iran, Gaza, dan wilayah sekitarnya sebagai langkah pertahanan diri yang sah bagi peradaban modern.

Serangan Balik Terhadap Para Pemimpin Dunia

Tidak hanya membela diri, Netanyahu menggunakan panggung Sidang Umum PBB untuk menyerang balik negara-negara yang selama ini vokal mengkritiknya. Ia menuduh Inggris dan Prancis sebagai munafik karena menuduh Israel melakukan kolonialisme, padahal menurutnya, kedua negara tersebutlah yang menciptakan istilah itu.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga tak luput dari sasaran kemarahannya. Netanyahu menjuluki Erdogan sebagai seorang "tiran" dan menuduhnya memberikan dukungan kepada kelompok bersenjata Hamas. Perselisihan verbal ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik antara kedua negara yang sudah berada di titik terendah.

Konflik Narasi dengan Palestina

Beberapa jam sebelum Netanyahu naik panggung, Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyampaikan pesan melalui rekaman video. Abbas memperingatkan bahwa kebijakan ekspansi pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki telah mengancam nyawa dan eksistensi rakyat Palestina. Ia menggambarkan situasi di Gaza sebagai perang genosida yang penuh dengan pembunuhan dan kelaparan massal.

Menanggapi isu kekerasan di Tepi Barat, Netanyahu mencoba mengecilkan angka korban jiwa dengan menyebutkan hanya "dua atau tiga" orang yang tewas per tahun akibat konflik dengan pemukim. Namun, pernyataan ini segera dimentahkan oleh data resmi PBB yang menunjukkan angka kematian warga Palestina jauh lebih tinggi daripada yang diklaim oleh sang Perdana Menteri.

Strategi Politik di Tengah Ancaman Hukum

Pidato Netanyahu ini dilihat oleh banyak analis sebagai langkah strategis untuk dua audiens utama: warga Israel menjelang pemilihan umum bulan depan dan masyarakat Amerika Serikat. Dengan statusnya yang saat ini terancam surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang, Netanyahu berusaha memoles citranya sebagai satu-satunya pemimpin yang mampu menghadapi tekanan global.

Ia juga sempat memuji kepemimpinan "berani" mantan Presiden AS Donald Trump, merujuk pada kerja sama militer antara kedua negara. Di tengah penurunan dukungan di kalangan publik Amerika, Netanyahu berusaha meyakinkan sekutu utamanya tersebut bahwa Israel adalah benteng terakhir dalam menyelamatkan peradaban dari ancaman ekstrimisme.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber bbc.co.uk tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Guncang Podium PBB! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia Saat Delegasi Kompak Angkat Kaki: 'Kami Tidak Punya Pilihan Lain'
  • Guncang Podium PBB! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia Saat Delegasi Kompak Angkat Kaki: 'Kami Tidak Punya Pilihan Lain'
  • Guncang Podium PBB! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia Saat Delegasi Kompak Angkat Kaki: 'Kami Tidak Punya Pilihan Lain'
  • Guncang Podium PBB! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia Saat Delegasi Kompak Angkat Kaki: 'Kami Tidak Punya Pilihan Lain'
  • Guncang Podium PBB! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia Saat Delegasi Kompak Angkat Kaki: 'Kami Tidak Punya Pilihan Lain'
  • Guncang Podium PBB! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia Saat Delegasi Kompak Angkat Kaki: 'Kami Tidak Punya Pilihan Lain'