Ledakan Cuan Teknologi: Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Badai Geopolitik Global

Pasar modal Amerika Serikat kembali mencetak sejarah baru setelah indeks Nasdaq menyentuh level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh euforia luar biasa terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) yang mengalahkan kekhawatiran atas konflik Timur Tengah dan fluktuasi harga energi global.

NEWSJABAR.ID - Gelombang antusiasme terhadap masa depan kecerdasan buatan tampaknya tidak terbendung di Wall Street. Indeks komposit Nasdaq baru saja mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, mengabaikan berbagai sentimen negatif mulai dari risiko keamanan AI hingga ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat memicu guncangan energi.

Indeks Nasdaq Composite, yang menjadi rumah bagi para raksasa teknologi dunia seperti Nvidia, Apple, dan Microsoft, melonjak 0,45 persen pada perdagangan terakhir. Kenaikan ini menggenapi pertumbuhan fantastis lebih dari 17 persen sepanjang tahun ini, sebuah angka yang membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar saham sektor teknologi masih sangat solid meskipun valuasi harga saham sudah melambung tinggi.

Dominasi Chip dan E-Commerce

Tidak hanya indeks komposit, Nasdaq 100 yang melacak 100 perusahaan top juga melompat 0,82 persen. Kenaikan ini dipimpin oleh Monolithic Power Systems, produsen sirkuit daya asal Florida, serta perusahaan e-commerce raksasa Shopify, yang masing-masing meroket 8,1 persen dan 7,1 persen. Sektor semikonduktor juga berpesta; Micron Technology melesat 5 persen, sementara sang raja chip dunia, Nvidia, tetap menguat 0,7 persen.

Sentimen positif ini dipicu oleh rilis inovasi terbaru dari Meta Platforms melalui asisten teknologi AI bernama 'Muse'. Meskipun saham Meta sempat terkoreksi tipis setelah lonjakan dua digit sebelumnya, para analis menilai bahwa produk seperti Muse adalah bukti nyata bagaimana investasi miliaran dolar di bidang AI mulai membuahkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen.

Diplomasi di Balik Bayang-Bayang Perang

Kenaikan bursa saham ini terjadi di saat yang cukup kontradiktif dengan situasi politik global. Harga minyak dunia cenderung stabil di angka $99,18 per barel setelah sempat anjlok. Para investor kini mulai mengalihkan fokus mereka dari ancaman perang ke arah diplomasi setelah Presiden Donald Trump memberikan sinyal positif terkait pertemuan dengan pejabat Iran di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Meski sebelumnya sempat melontarkan ancaman keras, Trump menyatakan bahwa negosiasi putaran berikutnya akan segera dilakukan. Hal ini memberikan sedikit napas lega bagi pasar yang sebelumnya khawatir akan gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk. Fokus investasi global kini kembali tertuju pada potensi keuntungan jangka panjang yang ditawarkan oleh revolusi digital, mengalahkan kebisingan konflik geopolitik yang masih berlangsung.

Para analis di San Francisco menyebutkan bahwa pasar saat ini sedang dalam fase 'mencari pembenaran' atas belanja besar-besaran di sektor AI. Kehadiran produk-produk yang sangat berguna bagi masyarakat luas menjadi katalis utama yang menjaga momentum penguatan saham teknologi tetap berada di jalur hijau.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber aljazeera.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Ledakan Cuan Teknologi: Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Badai Geopolitik Global
  • Ledakan Cuan Teknologi: Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Badai Geopolitik Global
  • Ledakan Cuan Teknologi: Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Badai Geopolitik Global
  • Ledakan Cuan Teknologi: Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Badai Geopolitik Global
  • Ledakan Cuan Teknologi: Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Badai Geopolitik Global
  • Ledakan Cuan Teknologi: Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Badai Geopolitik Global