Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!

Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!
Kabar mengejutkan datang dari industri transportasi masa depan, di mana Ken Karklin secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Pivotal, perusahaan pembuat mobil terbang (eVTOL) yang didanai oleh pendiri Google, Larry Page. Kepergian mendadak ini memicu tanda tanya besar di tengah momentum komersialisasi pesawat listrik pribadi mereka.

NEWSJABAR.ID - Industri penerbangan generasi baru kembali diguncang oleh pergantian kepemimpinan yang tidak terduga. Ken Karklin, yang telah menakhodai Pivotal selama lebih dari empat tahun, dipastikan meletakkan jabatannya minggu ini. Berdasarkan rilis resmi perusahaan, Karklin disebut ingin "mengejar peluang baru," meskipun pihak manajemen enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan di balik kepergian mendadak sang eksekutif. Langkah ini tentu menarik perhatian para pengamat teknologi penerbangan global, mengingat Pivotal tengah berada di garis depan transisi komersialisasi kendaraan udara pribadi.

Dalam pernyataan resminya, Karklin mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian perusahaan selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa industri mobil terbang kini bukan lagi sekadar prototipe di atas kertas atau bahan rilis pers belaka, melainkan sudah beroperasi secara nyata dengan segala tantangan dan konsekuensinya demi masa depan mobilitas udara tingkat lanjut. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Mike Ross, seorang eksekutif penerbangan veteran yang bergabung dengan dewan direksi Pivotal sejak November 2025, telah ditunjuk sebagai CEO interim.

Kepergian Karklin terjadi di saat yang sangat krusial. Dua tahun lalu, Pivotal mulai membuka keran pemesanan untuk Helix, pesawat listrik pribadi berbobot ringan pertama mereka. Kendaraan satu kursi ini sangat revolusioner karena tidak memerlukan lisensi pilot untuk menerbangkannya dan dibanderol dengan harga mulai dari USD 200.000 (sekitar Rp3,1 miliar). Di samping Helix, perusahaan yang disokong penuh oleh Larry Page ini juga mengembangkan BlackFly, pesawat eVTOL khusus untuk kebutuhan pertahanan dan tim penyelamat darurat. Menariknya, bulan lalu BlackFly berhasil mencetak sejarah dengan merespons panggilan darurat medis di North Carolina, di mana ia mampu tiba 20 menit lebih cepat dibandingkan ambulans darat konvensional.

Sebagai salah satu pionir di industri startup teknologi tinggi, Pivotal juga terpilih masuk dalam Program Pilot Integrasi eVTOL bentukan Federal Aviation Administration (FAA). Program ini dirancang untuk mempercepat pengujian kendaraan udara listrik ramah lingkungan di berbagai wilayah Amerika Serikat. Dengan transisi kepemimpinan ke tangan Mike Ross, Pivotal berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas operasional demi menghadirkan generasi terbaru Helix ke pasar global.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber techcrunch.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!
  • Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!
  • Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!
  • Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!
  • Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!
  • Misteri di Balik Kemudi Mobil Terbang: CEO Pivotal Sokongan Pendiri Google Mendadak Hengkang!