Tangguh Melampaui Batas! Kisah Haru Siswa SLB Paga Hadapi Ancaman Gempa dengan Senyuman
Para siswa SLB Bimbingan Kasih Paga kini dibekali keberanian ekstra menghadapi ancaman bencana melalui simulasi edukatif yang dipadukan dengan penyaluran bantuan logistik komprehensif dari berbagai pihak peduli kemanusiaan.
NEWSJABAR.ID - Semangat membara menyelimuti Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ketika deru truk bantuan menyambangi SLB Bimbingan Kasih Paga. Tidak sekadar membawa pasokan pangan, kehadiran para pejuang kemanusiaan ini membawa misi vital: memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memiliki 'perisai' pengetahuan saat Gempa Bumi mengguncang tanah mereka.
Amunisi Logistik untuk Kemandirian Siswa
Penyaluran bantuan yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara PMI Kabupaten Sikka yang didukung penuh oleh jaringan mitra strategis dari Sumatera Utara dan sektor korporasi. Paket bantuan yang diserahkan tidaklah sembarangan, melainkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan sanitasi para siswa.
Mulai dari beras, telur, minyak goreng, hingga susu UHT kemasan satu liter memadati ruang Logistik sekolah. Tak hanya urusan perut, aspek kesehatan lingkungan juga menjadi prioritas dengan disertakannya sabun mandi, sabun cuci, serta bahan pangan instan berkualitas tinggi untuk 43 siswa dan 15 tenaga pendidik yang berdedikasi di sana.
Belajar Menyelamatkan Diri Lewat Nada dan Gerak
Dua minggu pasca guncangan hebat melanda wilayah tersebut, edukasi mitigasi menjadi hal yang paling mendesak. Namun, mengajar anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan sentuhan yang berbeda. Para Relawan tidak menggunakan metode ceramah yang membosankan, melainkan melalui simulasi interaktif.
- Kuis Interaktif: Memancing ketangkasan berpikir siswa dalam situasi darurat.
- Lagu Penyelamatan: Mengubah instruksi keselamatan yang kaku menjadi rangkaian nada yang mudah diingat.
- Praktik Langsung: Mensimulasikan perlindungan kepala dan evakuasi mandiri.
Selain kesiapsiagaan bencana, para siswa juga diajarkan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan penuh keceriaan, mereka mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar, sebuah langkah kecil namun berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang di lingkungan sekolah.
Respon Positif dari Lini Depan Pendidikan
Asensius Athanasius, Kepala SLB Bimbingan Kasih Paga, mengungkapkan rasa harunya atas pendekatan personal yang dilakukan. Menurutnya, anak-anak dengan beragam kebutuhan khusus memerlukan metode yang mampu menyentuh sisi emosional dan motorik mereka sekaligus.
“Pendekatan yang sederhana sangat membantu kami. Dengan lagu dan praktik, anak-anak tidak merasa sedang belajar hal yang menakutkan, melainkan bermain sambil memahami apa yang harus dilakukan saat bumi berguncang,” tutur Asensius dengan nada bangga.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses informasi keselamatan yang setara. Melalui dedikasi tinggi di Kabupaten Sikka, diharapkan SLB Bimbingan Kasih Paga menjadi model sekolah tangguh bencana yang inklusif dan siap menghadapi tantangan alam di masa depan.