Tragedi KMP Virgo Transport 8: 126 Jiwa Masih Terperangkap di Laut, Evakuasi Korban Mulai Gunakan Kontainer Pendingin!
Upaya pencarian besar-besaran terus dilakukan terhadap 126 korban hilang dalam tragedi tenggelamnya KMP Virgo Transport 8. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Tim SAR Gabungan kini tengah mematangkan rencana pengangkatan bangkai kapal dari dasar laut serta menyiapkan kontainer pendingin khusus guna mendukung autopsi massal jenazah korban.
NEWSJABAR.ID - Upaya pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 kini memasuki fase krusial. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bergerak cepat menyusun strategi pengangkatan kerangka kapal dari dasar laut. Langkah evakuasi korban ini dibarengi dengan penyediaan fasilitas penunjang medis berupa kontainer pendingin (reefer container) berkapasitas besar guna kelancaran autopsi dan identifikasi jenazah.
Keputusan taktis ini diambil setelah otoritas berwenang menggelar rapat koordinasi intensif bersama berbagai pemangku kepentingan dan perusahaan spesialis pekerjaan bawah air. Penilaian teknis didasarkan pada hasil survei komprehensif terhadap kondisi terkini fisik kapal yang berada di dasar laut. Penandaan lokasi koordinat bangkai kapal juga telah dilakukan secara presisi menggunakan Wreck Mark Buoy oleh kapal navigasi KN Kunyit demi mengamankan jalur penyelaman tim gabungan.
Berdasarkan data manifes resmi, kapal tersebut mengangkut total 243 orang saat kecelakaan terjadi. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 117 orang, dengan rincian 108 penumpang selamat dan 9 korban dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, sebanyak 126 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari di tengah kondisi laut yang dinamis. Informasi terkini terkait musibah ini terus dipantau dalam berita nasional guna memberikan transparansi informasi bagi keluarga korban.
Guna mengantisipasi evakuasi jenazah dalam jumlah besar, fasilitas darurat di darat telah disiagakan. Dua unit kontainer pendingin berukuran 20 kaki yang disuplai oleh PT Meratus Line kini telah terpasang di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Selain itu, dua unit kontainer pendingin cadangan juga diupayakan untuk ditempatkan langsung di atas kapal navigasi guna mempermudah proses pemindahan jenazah dari lokasi tenggelam langsung menuju pelabuhan tanpa merusak kondisi fisik jasad.
Operasi Penyelaman Kamar Mesin: Tiga Korban Ditemukan Terjebak
Dalam perkembangan terbaru di lapangan, penyelam andalan dari TNI Angkatan Laut berhasil menembus bagian dalam kapal yang tenggelam. Hasilnya, tiga korban berhasil dievakuasi dari dalam reruntuhan dek kapal. Proses pemindahan korban berlangsung dramatis, di mana ketiga jenazah dievakuasi terlebih dahulu ke KRI Gusti Ngurah Rai sebelum dipindahkan (intercept) ke KN SAR Kamajaya untuk dibawa menuju Dermaga Trisakti, Banjarmasin.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Bramantyo, menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) akan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya secara maksimal. "Kami fokus pada penyisiran area dan penyelaman bangkai kapal. Proses salvage atau pengangkatan KMP Virgo Transport 8 berjalan beriringan dengan misi kemanusiaan ini," terangnya. Setiap dinamika cuaca dan arus laut akan dievaluasi setiap jam guna memastikan keselamatan tim penyelamat dalam melakukan operasi penyelamatan sar di lokasi musibah.