Gaya Busana Kantor Bakal Berubah! Menag Restui Gerakan 'Selasa Bersarung' untuk Seluruh Pegawai
Kementerian Agama menyuarakan inovasi berbusana unik dengan mendukung gerakan penggunaan sarung dan peci bagi para pegawai sekali dalam sepekan. Langkah ini digadang-gadang sebagai upaya nyata memperkuat identitas tradisi sekaligus menepis stigma bahwa busana Nusantara identik dengan ketertinggalan.
NEWSJABAR.ID - Sebuah wacana baru dalam berpakaian di lingkungan instansi pemerintah kini tengah digaungkan. Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi memberikan dukungan terhadap gagasan penggunaan sarung dan peci sebagai seragam kerja satu hari dalam sepekan bagi jajaran pegawai di kementeriannya.
Gagasan yang mengemuka dalam ajang Festival Sarung dan Peci Santri di Jakarta tersebut bertujuan untuk terus memelihara warisan budaya Nusantara. Langkah ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi luhur bangsa di tengah arus modernisasi.
Filosofi Mendalam di Balik Kain Sarung dan Peci
Nasaruddin menjelaskan bahwa pemakaian kain sarung bukan sekadar gaya berbusana biasa, melainkan memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan rasa kebersamaan, kesetaraan, hingga kebebasan. Di sisi lain, peci memancarkan simbol kehormatan, kewibawaan, serta jati diri kebangsaan yang pengunaannya telah melampaui batas-batas komunitas tertentu.
"Festival sarung dan peci ini sebetulnya harus menjadi sebuah kegiatan rutin di Kementerian Agama. Saya setuju kalau seandainya teman-teman sepakat, sekali seminggu kita pakai sarung dan peci," ujar Menag.
Meski mendapatkan apresiasi tinggi, Menag menggarisbawahi bahwa kebijakan ini tidak bersifat wajib mutlak. Penerapannya diarahkan berupa anjuran persuasif dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan serta kebutuhan tugas operasional para pegawai sehari-hari.
Alasan Pemilihan Hari Selasa dan Nilai Modernitas
Usulan spesifik bertajuk gerakan "Selasa Bersarung" ini diletupkan oleh pihak Direktorat Jenderal Pesantren. Pemilihan hari Selasa dinilai paling pas lantaran bertepatan dengan jadwal penggunaan kemeja atasan berwarna putih. Fleksibilitas warna putih dianggap sangat padu saat dikombinasikan dengan aneka ragam motif sarung dan peci Nusantara.
Inisiatif ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa ukuran modernitas seseorang tidak ditentukan dari pakaian luar yang dikenakan, melainkan dari pola pikir, wawasan, serta kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat luas.
Dorong Inovasi Busana dan UMKM Lokal
Selain menyemarakkan peringatan Hari Santri, gerakan ini juga ditujukan untuk membuka peluang lebar bagi perkembangan industri kreatif dan UMKM dalam negeri. Kemenag mendorong munculnya kreasi serta modifikasi desain sarung maupun peci yang kekinian agar tetap diminati oleh generasi muda tanpa menghilangkan nilai historisnya.