Gebrakan Literasi Digital: Puluhan Siswa MTsN 2 Pasuruan Gembleng Diri Jadi Pemburu Berita dan Kreator Konten Positif!

Langkah nyata membendung arus hoaks sekaligus mengasah keterampilan abad ke-21 ditunjukkan oleh puluhan siswa madrasah yang antusias mengikuti pembekalan jurnalistik komprehensif, mencakup teknik peliputan, fotografi, hingga pembuatan konten digital positif untuk publikasi sekolah.

NEWSJABAR.ID - Di tengah derasnya gempuran gawai dan luapan informasi di ruang siber, penguatan literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak sekadar menjadi konsumen pasif, melainkan mampu memproduksi konten yang beretika dan bermanfaat. Kesadaran inilah yang mendasari digelarnya kegiatan pelatihan jurnalistik bertajuk “Mencetak Jurnalis Muda yang Kreatif, Komunikatif, dan Inspiratif” yang diikuti oleh 33 siswa pilihan di Kiansae, Pandaan.

Pelatihan intensif ini tidak sekadar memberikan paparan teori di atas kertas, melainkan menerjunkan peserta secara langsung dalam simulasi kerja-kerja media modern. Para siswa dibekali beragam keahlian krusial, mulai dari teknik pencarian berita, seni fotografi dan videografi, hingga penguasaan desain grafis untuk kebutuhan publikasi media sosial.

Melampaui Membaca dan Menulis: Mengasah Daya Kritis Generasi Z

Transformasi teknologi telah mengubah lanskap informasi secara drastis. Jika di era sebelumnya masyarakat bergantung pada media cetak atau tayangan televisi, saat ini lalu lintas informasi berada sepenuhnya di genggaman tangan melalui telepon pintar. Kondisi ini membawa tantangan tersendiri, mengingat tidak semua kabar yang beredar di dunia maya telah teruji kebenarannya.

Melalui pembekalan jurnalistik ini, pemahaman literasi siswa diperluas. Literasi masa kini tidak terbatas pada kemahiran membaca dan menulis semata, melainkan mencakup kecakapan memverifikasi fakta, menganalisis data, serta mengemas kembali informasi tersebut secara akurat dan bertanggung jawab sebelum disebarluaskan ke khalayak luas.

Siswa dilatih untuk menerapkan prinsip dasar investigasi sederhana: tidak mudah percaya pada kabar burung, cermat menyusun daftar pertanyaan wawancara, peka mengamati realitas di lapangan, hingga mampu merangkai fakta menjadi narasi publikasi yang mencerahkan.

Tiga Pilar Utama Keterampilan Media Masa Kini

Untuk menunjang kebutuhan era komunikasi digital, materi yang disajikan mencakup tiga pilar utama yang saling melengkapi:

  • Peliputan dan Penulisan Berita (Reporting): Peserta mendalami kaidah fundamental 5W+1H, cara menentukan sudut pandang berita, mengidentifikasi narasumber yang kredibel, serta mengolah hasil wawancara menjadi tulisan yang lugas dan informatif.
  • Fotografi dan Videografi Jurnalistik: Para siswa mempelajari teknik pencahayaan, komposisi visual, sudut pengambilan gambar, hingga momentum visual yang mampu menyampaikan pesan mendalam secara visual.
  • Desain Grafis Publikasi Digital: Siswa diajarkan merancang tata letak visual yang menarik dan adaptif terhadap platform media sosial, guna memastikan pesan edukatif yang disampaikan dapat menarik minat pembaca muda.

Mendorong Madrasah Menjadi Pusat Informasi Positif

Kepala MTsN 2 Pasuruan, H. Irvan Fauzi, S.Si., M.Pd.I., menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari investasi berkelanjutan madrasah untuk membangun ekosistem publikasi internal yang mandiri dan profesional.

blockquote>

“Kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan untuk membekali siswa-siswi pilihan dari madrasah agar mampu mendukung dan meliput berbagai agenda serta prestasi yang ada di lingkungan sekolah,” ungkap Irvan Fauzi.

Menurutnya, ada begitu banyak potensi dan kegiatan positif di lingkungan pendidikan yang perlu digaungkan kepada masyarakat luas. Dengan hadirnya jurnalis muda dari kalangan siswa sendiri, proses dokumentasi serta publikasi dapat berjalan lebih cepat, kreatif, dan relevan dengan gaya komunikasi masa kini.

blockquote>

“Ilmu yang didapat harus segera diterapkan. Begitu banyak aktivitas madrasah yang membutuhkan kreativitas kalian untuk diliput, diolah menjadi berita, lalu disebarkan melalui media resmi yang kita miliki,” pungkasnya.

Antusiasme Siswa dan Dampak Jangka Panjang

Semangat tinggi terpancar dari para peserta, salah satunya Arya Satya Adiyatama, siswa kelas VII yang telah memiliki ketertarikan awal pada dunia visual. Ia mengaku pelatihan ini menjadi wadah yang sangat tepat untuk mengasah potensinya secara terarah.

blockquote>

“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Karena dasarnya menyukai fotografi dan desain, momen ini sudah saya tunggu-tunggu. Setelah ini saya ingin langsung praktik meliput berbagai acara di sekolah,” ujar Arya dengan penuh semangat.

Penguatan kapasitas siswa melalui bidang kewartawanan ini bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan sarana pendidikan karakter yang menanamkan kejujuran, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab sosial. Keterampilan analisis dan komunikasi ini dipastikan akan menjadi modal berharga bagi masa depan siswa di jenjang pendidikan selanjutnya maupun di dunia kerja modern.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber anews.co tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Gebrakan Literasi Digital: Puluhan Siswa MTsN 2 Pasuruan Gembleng Diri Jadi Pemburu Berita dan Kreator Konten Positif!
  • Gebrakan Literasi Digital: Puluhan Siswa MTsN 2 Pasuruan Gembleng Diri Jadi Pemburu Berita dan Kreator Konten Positif!
  • Gebrakan Literasi Digital: Puluhan Siswa MTsN 2 Pasuruan Gembleng Diri Jadi Pemburu Berita dan Kreator Konten Positif!
  • Gebrakan Literasi Digital: Puluhan Siswa MTsN 2 Pasuruan Gembleng Diri Jadi Pemburu Berita dan Kreator Konten Positif!
  • Gebrakan Literasi Digital: Puluhan Siswa MTsN 2 Pasuruan Gembleng Diri Jadi Pemburu Berita dan Kreator Konten Positif!
  • Gebrakan Literasi Digital: Puluhan Siswa MTsN 2 Pasuruan Gembleng Diri Jadi Pemburu Berita dan Kreator Konten Positif!