Geger MPV Listrik Mewah Hancur Ringsek Tapi Airbag Melempem, Pabrikan Malah Beri Alasan Mengejutkan!

Sebuah insiden mengerikan menimpa pengemudi MPV listrik Xpeng X9 di Tiongkok setelah kendaraan mewahnya hancur total dan terbalik akibat benturan keras, namun kantung udara (airbag) sama sekali tidak mengembang. Kejadian ini memicu kontroversi hangat mengenai keandalan sistem keamanan kendaraan masa kini setelah pihak pabrikan mengklaim benturan tersebut belum memenuhi ambang batas aktivasi sensor.

NEWSJABAR.ID - Sebuah peristiwa mengerikan yang melibatkan kendaraan mobil listrik premium kembali menyita perhatian publik global. Sebuah MPV canggih Xpeng X9 mengalami kecelakaan lalu lintas hebat hingga kondisinya hancur ringsek tak berbentuk, namun sistem perlindungan utama berupa airbag dilaporkan gagal mengembang sama sekali.

Kronologi Mencekam Insiden Xpeng X9

Peristiwa mencekam ini terjadi pada 15 Oktober lalu ketika sang pengemudi bernama Liu tengah melintas di jalanan Tiongkok. Kendaraan bermotor yang dikemudikannya mendadak kehilangan kendali setelah menghantam tepi jalan. Mobil bongsor tersebut kemudian meluncur liar, menghantam pohon rimbun serta tiang utilitas dengan benturan amat dahsyat hingga akhirnya terguling di tengah jalan.

Kondisi fisik kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat masif pada hampir seluruh bagian bodi. Pihak perusahaan asuransi yang melakukan verifikasi di lokasi bahkan langsung menyatakan kendaraan tersebut sebagai total loss atau rusak total, mengingat biaya perbaikan yang dibutuhkan sudah tidak lagi rasional secara ekonomis.

Pertanyakan Efektivitas Fitur Keselamatan

Kendati insiden dahsyat itu tidak merenggut nyawa pengemudi, keberadaan fitur keselamatan pada mobil berteknologi tinggi tersebut dipertanyakan keras oleh sang pemilik. Liu mengaku sangat heran dan gusar karena tidak ada satu pun kantung udara yang mengembang untuk melindungi ruang kabin saat benturan beruntun terjadi.

"Benturan sehebat ini sampai membuat mobil terbalik dan hancur total, tetapi airbag sama sekali tidak bekerja. Lalu skenario kecelakaan seperti apa lagi yang sebenarnya dibutuhkan agar sensor keselamatan itu aktif?" tegas Liu dalam pernyataan protesnya.

Tak tinggal diam, pengemudi tersebut kini resmi melayangkan desakan untuk dilakukan pemeriksaan independen oleh pihak ketiga guna membongkar penyebab pasti tidak berfungsinya sistem proteksi keselamatan darurat pada mobil tersebut.

Tanggapan Resmi Pihak Pabrikan

Menanggapi gelombang kritik dan keresahan publik, pihak produsen Xpeng akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Berdasarkan analisis data log sistem dan rekaman internal kendaraan, pabrikan menyatakan bahwa mobil sedang beroperasi dalam moda manual saat kecelakaan berlangsung.

Pihak pabrikan berdalih bahwa berdasarkan kalkulasi sensor keselamatan kendaraan, sudut serta besaran dampak benturan yang dialami mobil dalam insiden tersebut diklaim belum mencapai ambang batas aktivasi (activation threshold) yang disyaratkan untuk memicu kantung udara.

Kasus ini pun kini menjadi sorotan tajam publik, menyoroti sejauh mana keandalan sensor keselamatan elektronik pada kendaraan modern saat menghadapi situasi darurat nyata di jalan raya.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber otomotif.sindonews.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Geger MPV Listrik Mewah Hancur Ringsek Tapi Airbag Melempem, Pabrikan Malah Beri Alasan Mengejutkan!
  • Geger MPV Listrik Mewah Hancur Ringsek Tapi Airbag Melempem, Pabrikan Malah Beri Alasan Mengejutkan!
  • Geger MPV Listrik Mewah Hancur Ringsek Tapi Airbag Melempem, Pabrikan Malah Beri Alasan Mengejutkan!
  • Geger MPV Listrik Mewah Hancur Ringsek Tapi Airbag Melempem, Pabrikan Malah Beri Alasan Mengejutkan!
  • Geger MPV Listrik Mewah Hancur Ringsek Tapi Airbag Melempem, Pabrikan Malah Beri Alasan Mengejutkan!
  • Geger MPV Listrik Mewah Hancur Ringsek Tapi Airbag Melempem, Pabrikan Malah Beri Alasan Mengejutkan!