Geger Skandal Kripto $Libra: Presiden Argentina Javier Milei Akhirnya Lolos dari Lubang Jarum Hukum!
Hakim federal Argentina resmi menghentikan penyelidikan kriminal terhadap Presiden Javier Milei terkait dugaan penipuan dalam peluncuran mata uang kripto $Libra. Meski sempat memicu kepanikan investor setelah nilainya anjlok drastis, pengadilan memutuskan bahwa fluktuasi pasar tersebut bukan merupakan tindak pidana, sekaligus membersihkan nama sang presiden dari tuduhan skandal keuangan yang kontroversial.
NEWSJABAR.ID - Dunia politik dan finansial internasional kembali diguncang kabar mengejutkan dari Amerika Latin. Hakim federal Argentina, Marcelo Martinez de Giorgi, secara resmi menjatuhkan putusan untuk menghentikan investigasi kriminal terhadap Presiden Javier Milei dan saudara perempuannya, Karina Milei. Kasus yang sempat menyita perhatian publik ini berkaitan dengan runtuhnya nilai mata uang kripto $Libra yang sebelumnya dipromosikan oleh Milei melalui media sosial.
Dalam amar putusannya yang dirilis pada hari Jumat waktu setempat, Hakim Martinez de Giorgi menyatakan bahwa peristiwa yang dilaporkan tersebut sama sekali tidak memenuhi unsur tindak pidana. Meskipun banyak investor yang mengalami kerugian besar akibat naik-turunnya harga token tersebut, hakim menegaskan bahwa volatilitas pasar investasi kripto tidak bisa dijadikan bukti tunggal adanya skema penipuan terstruktur.
Antara Pengaruh Jabatan dan Spekulasi Pasar
Penyelidikan ini bermula ketika Javier Milei merekomendasikan koin meme yang kurang dikenal tersebut melalui sebuah unggahan di platform X pada Februari 2025. Tak lama setelah promosi tersebut, nilai token $Libra meroket sebelum akhirnya terjun bebas, meninggalkan banyak investor dalam kerugian besar. Milei kemudian menghapus unggahan tersebut dan membantah adanya hubungan langsung dengan proyek kripto itu.
Hakim mengakui bahwa status institusional Milei sebagai tokoh publik memang memberikan dampak besar pada peluncuran token tersebut. Namun, hal itu dianggap tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya niat jahat atau manipulasi yang disengaja. Selain membebaskan Milei, pengadilan juga menghentikan penyelidikan terhadap pebisnis Amerika Serikat, Hayden Davis, yang bertindak sebagai penasihat peluncuran token tersebut dalam dinamika ekonomi global yang sedang tidak menentu.
Reaksi Keras Istana: Tudingan Upaya Kudeta Institusional
Keputusan pengadilan ini disambut dengan nada provokatif oleh pihak kepresidenan. Melalui akun resmi kantor kepresidenan, pihak Milei menyebut bahwa investigasi ini adalah bentuk kesia-siaan yang membuang uang pembayar pajak. Mereka bahkan menyebut upaya hukum tersebut sebagai percobaan "kudeta institusional" yang gagal untuk menjatuhkan kredibilitas sang pemimpin beraliran liberal-libertarian tersebut.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang Presiden diselidiki dengan kebebasan penuh, dan hasilnya adalah bukti mutlak atas ketidakbersalahannya," tulis pernyataan resmi tersebut dengan nada menantang. Kasus ini memang menjadi ujian berat bagi Milei di tengah upaya kerasnya merombak sistem politik internasional Argentina yang selama ini dikenal kaku.
Kedekatan dengan Trump dan Kebijakan Austeritas
Di sisi lain, Javier Milei terus memperkuat posisinya sebagai sekutu terdekat Donald Trump di kawasan tersebut. Trump sendiri berulang kali memberikan dukungan terbuka bagi Milei, menyebutnya sebagai presiden favorit karena filosofi ekonominya yang sejalan dengan visi sayap kanan. Kedekatan kedua tokoh ini dianggap krusial bagi stabilitas politik di belahan bumi barat.
Sejak menjabat pada akhir 2023, Milei telah mengambil langkah-langkah ekstrem untuk menyelamatkan ekonomi Argentina, termasuk memangkas ribuan pegawai negeri, menutup kementerian, dan mengurangi subsidi secara drastis. Meski kebijakan penghematan ini memicu gelombang protes mahasiswa dan serikat buruh, Milei tetap bersikeras bahwa inflasi telah berhasil ditekan hingga angka 2 persen per bulan, sebuah pencapaian yang ia klaim sebagai tanda bahwa Argentina sedang tumbuh empat kali lipat lebih cepat dari tingkat historisnya.
Dengan berakhirnya kasus kripto ini, Milei tampaknya mendapatkan momentum baru untuk melanjutkan agenda reformasi radikalnya tanpa bayang-bayang jeratan hukum yang selama ini menghantui langkah politiknya.