Geger Tren Baru! YouTube Siapkan Skenario Sembunyikan Tombol Dislike ke Menu Tersembunyi, Penonton Batal Protes?
Platform raksasa berbagi video, YouTube, kembali memicu perbincangan hangat usai terindikasi sedang menguji coba pemindahan dan penyembunyian tombol dislike ke dalam submenu tiga titik. Langkah kontroversial ini berpotensi menekan angka interaksi negatif penonton terhadap konten yang disajikan.
NEWSJABAR.ID - Platform layanan streaming terbesar dunia, YouTube, dikabarkan sedang menguji eksperimen baru yang berpotensi memicu gelombang protes dari para penggunanya. Kali ini, raksasa teknologi tersebut kedapatan menyembunyikan ikon jempol ke bawah alias tombol dislike dari tempat biasanya yang berdampingan dengan tombol like.
Tombol Dislike Terlempar ke Menu Opsi Tersembunyi
Berdasarkan pantauan terkini di jagat maya, sejumlah pengguna mendapati tampilan antarmuka yang berbeda pada pemutar video mereka. Tombol penolak konten tersebut tidak lagi bertengger dengan mudah di bawah judul video, melainkan dipindahkan ke dalam submenu tiga titik yang mengharuskan langkah ekstra untuk mengaksesnya.
Bahkan, beberapa laporan menyebutkan bahwa tombol tersebut hilang sama sekali dari layar utama sebagian pengguna. Pemindahan posisi tombol ini dinilai sebagai strategi halus untuk menurunkan jumlah partisipasi pengguna dalam memberikan penilaian negatif. Semakin rumit akses ke fitur tersebut, semakin enggan pengguna untuk mengeklik penolakan terhadap sebuah tayangan di aplikasi YouTube.
Rekam Jejak Pengekangan Fitur Ungkapan Kekecewaan
Ini bukan pertama kalinya langkah pembatasan interaksi dilakukan. Jika menilik rekam jejaknya, keputusan ini sejalan dengan manuver radikal pada tahun 2021 lalu, di mana YouTube secara resmi menyembunyikan angka akumulasi dislike secara publik dengan alasan melindungi kreator dari aksi perundungan massal (dislike mob).
Tak berhenti di situ, fitur jempol bawah juga sudah lebih dulu dilenyapkan dari format YouTube Shorts awal tahun ini, di mana penonton disarankan menggunakan opsi pelaporan lewat menu titik tiga jika merasa tidak menyukai tayangan berdurasi pendek tersebut.
Hingga saat ini, pihak pengembang belum memberikan konfirmasi resmi mengenai seberapa luas uji coba penyembunyian tombol ini diberlakukan. Namun, jika eksperimen ini dilanjutkan secara global, dapat dipastikan cara interaksi publik terhadap konten digital di internet bakal berubah secara drastis.