Kepungan Api Mengganas di Melawi: Pasokan Logistik dan Oksigen Dikerahkan Pasok Pasukan Pemadam Karhutla!
Di tengah kepungan kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kabupaten Melawi, Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan logistik esensial serta melengkapi fasilitas kesehatan darurat untuk menunjang perjuangan para petugas garda terdepan di lapangan.
NEWSJABAR.ID - Situasi darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kian menyita perhatian publik. Menanggapi kondisi kritis yang terus berlanjut di lapangan, PMI Kabupaten Melawi bergerak cepat menyerahkan amunisi pasokan logistik bagi tim pemadam gabungan dan relawan yang terus berjibaku menembus kobaran api.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua PMI Melawi, Raisya Sarbina Dadi, kepada Ketua Satgas Posko Karhutla, Bambang Kisno Wanto. Paket amunisi lapangan ini meliputi 400 kotak makanan, masker N95, susu steril, sepatu bot, serta berbagai perlengkapan pendukung operasional lainnya demi menjamin kondisi fisik personel pemadam.
Ancaman Karhutla Makin Nyata dan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat
Berdasarkan catatan BPBD setempat, sejak awal tahun setidaknya telah tercatat 30 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan estimasi luas area terdampak mencapai 1.794 hektare. Besarnya paparan kabut asap memicu Pemerintah Kabupaten Melawi untuk terus memperpanjang status tanggap darurat bencana asap. Dalam masa krusial ini, PMI menyiagakan 58 relawan Satgas Asap Karhutla yang diterjunkan secara masif.
Penguatan operasional ini dipandang amat krusial mengingat stamina para relawan terkuras akibat medan terjal dan paparan suhu ekstrem. Sinergi ini juga krusial untuk menjaga stabilitas kesehatan masyarakat lokal yang rentan terpapar ISPA akibat kabut asap tebal.
Fasilitas Medis Khusus dan Jaringan Rumah Oksigen Disiagakan
Guna mengantisipasi lonjakan korban asap maupun cedera pemadaman, RSUD Kabupaten Melawi telah mendirikan Rumah Sehat Bebas Asap (RSBA). Fasilitas unggulan ini dilengkapi dengan ruang bertekanan negatif serta generator oksigen mandiri. Jaringan rumah oksigen juga telah disebar ke 11 puskesmas, dua RSUD, posko utama, hingga unit ambulans PSC 119 untuk memaksimalkan penanganan karhutla dari sisi medis.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Satgas Posko Karhutla menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kucuran bantuan logistik dan dukungan fasilitas medis ini. Diharapkan kolaborasi lintas sektor ini mampu menekan dampak kerugian lingkungan serta melindungi kesehatan warga Melawi secara menyeluruh.