Nekat Bandel! Modal Alas Kaki, Nenek di Karanganyar Berhasil Buat Predator Buas Gunung Lawu Lari Kocar-Kacir
Sebuah aksi mengejutkan terjadi di Kabupaten Karanganyar ketika seorang lansia bernama Mbah Sugini berhasil mengusir seekor macan kumbang dari rumahnya hanya dengan melempar sandal. Peristiwa menegangkan ini dipicu oleh kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu yang memaksa satwa buas turun ke pemukiman warga setempat.
NEWSJABAR.ID - Aksi tergolong nekat dan di luar nalar terjadi di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Seorang lansia bernama Mbah Sugini mendadak jadi perbincangan hangat warga setempat setelah secara berani mengusir seekor macan kumbang yang masuk ke dalam rumahnya hanya berbekal sepasang sandal.
Peristiwa mencekam tersebut berlangsung pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Maraknya fenomena kebakaran hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Lawu disinyalir menjadi penyebab utama satwa liar kehilangan habitat aslinya hingga terpaksa turun mendekati wilayah permukiman warga demi mencari mangsa.
Awal Mula Penampakan Sang Predator
Kisah menegangkan ini bermula saat Mbah Sugini sedang berada di dalam kamarnya dan mendengar suara geraman yang ia kira berasal dari kucing liar. Sang cucu, Rizal (20), menceritakan kembali detik-detik saat neneknya berhadapan langsung dengan karnivora mematikan tersebut.
"Mbah sedang di kamar, lalu mendengar suara kucing menggeram yang tidak kunjung berhenti. Padahal posisinya sudah digedor-gedor untuk menakut-nakutinya," ujar Rizal saat memberikan keterangan.
Penasaran karena suara geraman tak kunjung reda, Mbah Sugini memutuskan untuk melangkah keluar kamar. Betapa terkejutnya sang nenek saat mendapati sosok binatang berukuran besar berada tepat di area dapur rumahnya.
Lemparan Sandal Buat Macan Kumbang Panik
Tanpa rasa gentar, Mbah Sugini langsung mengambil sandal yang ada di dekatnya dan melemparkannya tepat ke arah hewan buas tersebut. Lemparan tak terduga itu seketika membuat sang predator panik dan berusaha melarikan diri.
"Lalu Mbah keluar kamar dan melihat ada hewan besar itu. Terus diambil sandal dan dilempar ke arah macannya. Macan panik lalu mau melompati jendela dapur. Karena kesulitan melompati jendela kaca tersebut, Mbah melemparkan sandal lagi. Macan semakin panik, lari ke arah kandang sapi, memecahkan kaca jendela di dekatnya, lalu berhasil kabur," tutur Rizal.
Berdasarkan kesaksian keluarga, satwa pemangsa yang menyusup ke kediaman mereka memiliki ciri fisik khas macan kumbang, yakni berbulu hitam lekat, memiliki taring tajam, berekor panjang, dan berukuran tubuh sebesar kambing dewasa.
Ternak Warga Jadi Korban Keganasan
Sesaat setelah situasi kondusif dan satwa buas itu menghilang ke kegelapan malam, Rizal segera memeriksa kondisi kandang ternak di belakang rumah. Naas, ia menemukan seekor kambing miliknya sudah dalam keadaan kritis dengan luka bekas gigitan yang cukup dalam pada bagian leher.
Ancaman dari hewan ganas ini ternyata tidak hanya menyasar rumah Mbah Sugini. Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, mengonfirmasi bahwa rentetan serangan satwa liar ini telah menelan banyak korban ternak milik warga di sekitar lereng.
"Pokoknya ada ternak warga yang mati, entah diserang macan atau satwa lainnya, yang pasti ada luka bekas gigitan mematikan. Tercatat sedikitnya ada lima ekor kambing milik warga yang ditemukan tewas di dalam kandang masing-masing," ungkap Eko saat memberikan keterangan resmi.