Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia

Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia
Aksi boikot massal kini resmi diserukan oleh basis suporter fanatik Persija Jakarta, The Jakmania, menjelang laga peluncuran skuad dan uji coba melawan Brisbane Roar FC di Jakarta International Stadium (JIS). Keputusan ekstrem ini diambil sebagai bentuk protes keras atas kebijakan manajemen yang menaikkan harga tiket masuk secara sepihak, memicu ketegangan hebat antara manajemen klub dan pendukung setianya menjelang musim baru.

NEWSJABAR.ID - Gelombang protes keras kini tengah mengguncang manajemen Persija Jakarta setelah basis suporter fanatik mereka, Pengurus Pusat (PP) The Jakmania, secara resmi menyerukan boikot total untuk laga uji coba bergengsi melawan klub asal Australia, Brisbane Roar. Laga yang sejatinya dikonsep sebagai pesta peluncuran skuad baru dan jersey resmi Macan Kemayoran untuk musim 2026/2027 tersebut kini terancam berlangsung senyap tanpa gemuruh nyanyian khas suporter di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 29 Agustus 2026 mendatang.

Langkah radikal ini diambil bukan tanpa alasan. Jakmania meluapkan kekecewaan mendalam atas kebijakan manajemen yang secara sepihak mengatrol harga tiket masuk stadion. Untuk pertandingan persahabatan kali ini, pihak manajemen mematok harga tiket sebesar Rp150.000 untuk kategori tribun bawah dan Rp130.000 untuk tribun atas. Ironisnya, nominal tersebut juga diberlakukan tanpa ampun bagi para pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi The Jakmania yang selama ini menjadi tulang punggung dukungan klub.

Kebijakan finansial ini langsung memicu polemik hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Jika dibandingkan dengan laga pramusim sebelumnya, kenaikan ini dinilai sangat tidak realistis. Sebagai perbandingan, saat Persija menjamu Arema FC di stadion megah berkapasitas 82.000 penonton tersebut pada musim lalu, harga tiket hanya dibanderol di kisaran Rp100.000 hingga Rp130.000 saja. Selisih harga yang cukup signifikan ini dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian manajemen terhadap kondisi ekonomi para pendukung setianya.

Mediasi Buntu, Jakmania Pilih Kosongkan Tribun

Sebelum seruan boikot ini berkumandang secara resmi, sejatinya telah dilakukan upaya mediasi antara perwakilan suporter dan pihak manajemen Persija dalam pertemuan tertutup pada Rabu, 26 Agustus 2026. Sayangnya, diskusi panjang tersebut menemui jalan buntu. Manajemen tetap bersikukuh pada kebijakan harga baru mereka, sementara pihak suporter merasa aspirasi mereka dikesampingkan begitu saja tanpa adanya solusi jalan tengah.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @infokomjakmania, organisasi suporter terbesar di ibu kota ini meluapkan kekecewaannya secara terbuka. Mereka menegaskan bahwa keputusan menaikkan harga tiket di seluruh sektor tribun menunjukkan betapa manajemen Persija menutup telinga dari jeritan pendukungnya sendiri. Jakmania menilai, manajemen seharusnya bekerja lebih keras dan kreatif untuk mencari sumber pemasukan alternatif komersial, alih-alih terus-menerus membebankan finansial klub ke kantong suporter lewat tiket pertandingan.

Ultimatum Keras Menjelang El Clasico Indonesia

Aksi mogok hadir di stadion untuk laga kontra Brisbane Roar ini tampaknya baru menjadi babak awal dari ketegangan yang lebih besar. PP The Jakmania juga melayangkan ultimatum keras terkait skema harga tiket laga kandang Persija Jakarta selama mengarungi kompetisi kasta tertinggi Super League musim 2026-2027. Mereka mendesak manajemen segera melakukan penyesuaian harga tiket pertandingan kandang agar kembali mengacu pada struktur harga musim sebelumnya.

Tuntutan ini menjadi sangat krusial mengingat Persija Jakarta dijadwalkan bakal menjamu rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam laga sarat gengsi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 12 September 2026 mendatang. Jika manajemen tetap bersikap keras kepala, bukan tidak mungkin aksi boikot yang lebih masif akan kembali terjadi dalam laga klasik yang selalu dinantikan jutaan pasang mata tersebut. Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan manajemen Persija Jakarta: mendengarkan suara suporter atau membiarkan tribun penonton sunyi senyap.



Sumber: pewarta.co.id
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia
  • Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia
  • Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia
  • Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia
  • Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia
  • Tribun JIS Terancam Sunyi! Supporter Setia Macan Kemayoran Lancarkan Aksi Mogok Massal Jelang Duel Kontra Raksasa Australia