Bahaya Terselubung di Tenda Darurat Manggarai: PMI Cegah Wabah Mematikan dan Racun Asap Pengungsian

Pascabencana gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai, ancaman baru berupa penyebaran penyakit menular dan gangguan pernapasan kini mengintai para pengungsi di Desa Parlando. Guna mengantisipasi krisis kesehatan sekunder tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) bergerak cepat mendistribusikan bantuan sanitasi darurat sekaligus mengedukasi warga untuk menghentikan kebiasaan berbahaya di dalam tenda pengungsian.

NEWSJABAR.ID - Kondisi memprihatinkan yang melanda para korban gempa bumi di Desa Parlando, Kabupaten Manggarai, memicu respons cepat dan masif dari tim kemanusiaan. Bertahan di bawah tenda darurat dengan fasilitas seadanya ternyata melahirkan ancaman kesehatan baru yang tidak kalah mengerikan dari bencana utama. Menyadari risiko tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) menerjunkan personelnya untuk mengamankan kesehatan masyarakat di area pengungsian yang rentan.

Fokus utama penyelamatan ini dipusatkan di dua titik krusial, yaitu Dusun Piso dan Dusun Langkas. Di lokasi-lokasi ini, keterbatasan sanitasi dan paparan udara malam yang dingin memicu kekhawatiran merebaknya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta penyakit tular vektor seperti malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagai langkah taktis, PMI membagikan kelambu pelindung serta memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya penggunaan obat nyamuk bakar di dalam tenda yang sempit.

Ancaman 'Racun' Asap di Ruang Sempit

Selama berada di pengungsian, mayoritas warga terbiasa membakar obat nyamuk untuk menghalau gigitan serangga di malam hari. Namun, sirkulasi udara tenda yang sangat terbatas membuat asap pekat terperangkap dan dihirup langsung oleh para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia. Praktik berbahaya inilah yang kini diperangi oleh tim Promosi Kesehatan (Promkes) PMI.

Sebagai gantinya, PMI mendistribusikan kelambu fisik yang jauh lebih aman bagi sistem pernapasan warga. Pendistribusian ini juga dibarengi dengan edukasi langsung mengenai tata cara pemasangan kelambu yang benar agar proteksinya maksimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan baru.

Menyasar Kelompok Paling Rentan

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, PMI menyiapkan paket bantuan kemanusiaan yang mencakup 100 unit kelambu, 100 lembar selimut hangat, dan 100 paket tas siaga bencana. Bantuan ini didistribusikan secara selektif dengan memprioritaskan kelompok rentan dari total 772 kepala keluarga (KK) terdampak.

Relawan PMI Kabupaten Manggarai, Rikardus Atu, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah warga dengan kebutuhan khusus di tenda-tenda darurat. Di Dusun Piso, teridentifikasi satu warga penyandang disabilitas dan satu warga yang menderita penyakit kronis. Sementara di Dusun Langkas, jumlahnya lebih mengejutkan dengan adanya enam warga disabilitas serta dua penderita penyakit kronis yang membutuhkan penanganan prioritas.

Sinergi Mengatasi Darurat Sanitasi

Selain ancaman penyakit pernapasan, tim gabungan juga menyoroti buruknya pengelolaan sampah dan ketiadaan fasilitas kebersihan mandiri di sekitar kamp pengungsian. Untuk mengatasi hal ini, aksi tanggap darurat PMI di bawah koordinasi utusan PMI Pusat, Agung Cahyoko dan Parwaty Mulya Annisa, langsung menyediakan kantong plastik pembuangan sampah khusus dan instalasi sarana cuci tangan portabel.

Langkah nyata ini mendapat dukungan penuh dari relawan lokal. Komandan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Parlando, Viviani Astri, bahu-membahu bersama personel Korp Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Manggarai memastikan seluruh bantuan dan edukasi kesehatan ini menjangkau sasaran yang tepat tanpa ada warga yang terlewatkan.

Ketua RT 005 Dusun Langkas, Zaenal Abidin, menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi yang dilakukan. Ia mengakui bahwa selama ini warga tidak menyadari dampak buruk asap obat nyamuk bakar yang mereka gunakan setiap malam. Melalui kehadiran PMI, warga kini merasa lebih aman dan berharap langkah penanganan ini dapat mengetuk pintu hati berbagai pihak lain untuk mempercepat proses pemulihan pascagempa.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber anews.co tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bahaya Terselubung di Tenda Darurat Manggarai: PMI Cegah Wabah Mematikan dan Racun Asap Pengungsian
  • Bahaya Terselubung di Tenda Darurat Manggarai: PMI Cegah Wabah Mematikan dan Racun Asap Pengungsian
  • Bahaya Terselubung di Tenda Darurat Manggarai: PMI Cegah Wabah Mematikan dan Racun Asap Pengungsian
  • Bahaya Terselubung di Tenda Darurat Manggarai: PMI Cegah Wabah Mematikan dan Racun Asap Pengungsian
  • Bahaya Terselubung di Tenda Darurat Manggarai: PMI Cegah Wabah Mematikan dan Racun Asap Pengungsian
  • Bahaya Terselubung di Tenda Darurat Manggarai: PMI Cegah Wabah Mematikan dan Racun Asap Pengungsian