Banting Ponsel Demi Waras! Duo Sylvan Esso Ungkap Sisi Gelap Gadget Modern dan Alasan Wajib 'Beli Yogurt Mahal'
Duo musik elektro-pop ternama, Sylvan Esso, baru saja meluncurkan album eksperimental terbaru mereka sembari membagikan pandangan jujur mengenai ketergantungan manusia terhadap teknologi modern, memori manis konsol game klasik, hingga alasan unik mengapa berinvestasi pada yogurt mahal bisa mengubah hidup Anda.
NEWSJABAR.ID - Di tengah gempuran era digital yang serba cepat, duo musisi Amelia Meath dan Nick Sanborn dari Sylvan Esso membawa angin segar tidak hanya lewat musik mereka, tetapi juga melalui perspektif mereka yang unik tentang teknologi modern. Menandai perilisan album terbaru mereka yang bertajuk Ow ∞, duo asal North Carolina ini membuka diri tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan perangkat digital sehari-hari, kecintaan pada era analog, hingga pentingnya sesekali menjauh dari layar ponsel.
Kembali ke Akar Analog dan Nostalgia Breakbeat
Album baru mereka, Ow ∞, menandai eksperimen paling berani dari Sylvan Esso. Mengabaikan drum modular yang rumit dan produksi dance mengkilap yang mendominasi karya terdahulu mereka, duo ini justru beralih ke distorsi gitar dan ketukan breakbeat khas awal era 2000-an. Sentuhan nostalgia ini rupanya sangat mencerminkan hubungan personal mereka dengan teknologi yang kini terasa kian mekanis.
Bagi Nick Sanborn, laptop MacBook miliknya tetap menjadi alat kerja yang tidak tergantikan sejak masa sekolah. Namun, ia tidak menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap perkembangan ponsel pintar masa kini. “Saya berharap ponsel saya terasa lebih peduli pada saya daripada pada penciptanya,” ujar Nick, menyindir bagaimana algoritma raksasa teknologi saat ini lebih mementingkan monetisasi ketimbang kenyamanan pengguna.
Sisi Gelap Gadget dan Indahnya Hidup Tanpa Ponsel
Amelia Meath pun setuju bahwa tren teknologi saat ini cenderung mendorong sikap apati di kalangan masyarakat. Ia mendambakan fungsi gadget yang lebih solutif secara fisik. “Saya berharap ponsel itu sebenarnya adalah mesin replikator makanan. Begitu banyak masalah dunia yang akan langsung teratasi,” guraunya.
Menariknya, Nick membagikan pengalaman ekstrem saat dirinya tidak sengaja memasukkan ponselnya ke dalam mesin cuci dan pengering pakaian hingga rusak total sebulan lalu. Kehilangan perangkat tersebut justru menjadi berkah tersendiri baginya. Selama satu minggu penuh tanpa ponsel, ia merasakan kedamaian luar biasa yang ia sebut sebagai “surga dunia”—sebuah detoks digital yang ia rekomendasikan untuk semua orang yang merasa jenuh dengan hiruk-pikuk internet.
Kerinduan pada Konsol Game Klasik dan Budaya Fisik
Ketika ditanya mengenai perangkat terfavorit sepanjang masa, Amelia langsung menyebut T-Mobile Sidekick, ponsel legendaris dengan layar geser yang ia beli dari hasil menabung saat SMA. Baginya, itu adalah ponsel paling keren yang pernah ada, tempat ia menulis buku harian digitalnya.
Dunia game juga membentuk kreativitas mereka. Nick mengaku masih memainkan EarthBound, game JRPG klasik di konsol game Super Nintendo keluaran tahun 1994, setiap beberapa tahun sekali karena ceritanya yang penuh kemanusiaan. Sementara itu, Amelia menemukan kecintaannya pada game dewasa lewat The Legend of Zelda: Skyward Sword di konsol Nintendo Wii, yang kemudian membawanya menjelajahi game indie modern seperti Hades dan Hollow Knight.
Mengapa Anda Harus Mulai Membeli Yogurt Berkualitas Tinggi?
Di akhir perbincangan, Nick memberikan sebuah saran hidup yang terdengar sepele namun sangat ia yakini manfaatnya: jangan ragu menghabiskan uang ekstra untuk membeli yogurt berkualitas tinggi.
“Membeli yogurt premium sebenarnya bukan pemborosan yang besar, tetapi yogurt yang benar-benar berkualitas rasanya sangat luar biasa dan transenden. Itu adalah kelezatan mewah yang sering kali diremehkan oleh banyak orang,” pungkas Nick.