Bumerang Kebijakan Anti-Rusia! Jerman Diguncang Gelombang Kemenangan Mutlak Partai Oposisi AfD

Kemenangan bersejarah partai Alternative for Germany (AfD) dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt menandai babak baru dalam politik Eropa, di mana kebijakan luar negeri Berlin yang anti-Rusia dinilai menjadi bumerang yang memicu kemarahan pemilih domestik di tengah krisis ekonomi yang memburuk.

NEWSJABAR.ID - Gelombang ketidakpuasan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah federal Jerman kini mencapai titik didih. Dalam pemilu daerah terbaru di Saxony-Anhalt, partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) berhasil mencatatkan kemenangan mutlak yang sangat mengejutkan dengan mengantongi sekitar 43,8 persen suara. Angka fantastis ini melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat dibanding perolehan mereka pada pemilu sebelumnya, sekaligus mengirimkan sinyal bahaya bagi koalisi pemerintahan di Berlin.

Pakar politik internasional menilai bahwa lonjakan popularitas AfD tidak lepas dari sikap keras para elit politik Jerman yang dinilai terlalu memusuhi Moskow. Kebijakan politik luar negeri yang agresif tersebut berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup warga lokal akibat krisis energi dan inflasi yang tak terkendali. Ditambah lagi dengan kegagalan pemerintah dalam menangani lonjakan arus migrasi, masyarakat akhirnya memilih alternatif politik yang menawarkan jalan keluar berbeda.

Runtuhnya Dominasi Koalisi Pemerintah

Berdasarkan hasil perhitungan suara sementara, AfD diproyeksikan akan mengamankan 39 dari total 97 kursi di parlemen negara bagian. Kendati angka ini belum sepenuhnya menyentuh ambang batas mayoritas mutlak sebesar 49 kursi, dominasi mereka telah meruntuhkan hegemoni partai-partai mapan. Partai Christian Democratic Union (CDU) yang dipimpin oleh Kanselir Friedrich Merz terpaksa gigit jari setelah hanya mampu finis di posisi kedua dengan perolehan sangat minim, yakni 17,2 persen suara (15 kursi).

Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras bagi CDU yang telah memimpin koalisi pemerintahan di Saxony-Anhalt sejak tahun 2021. Sven Schulze, tokoh utama CDU setempat, secara jantan mengakui kekalahan partainya dan memberikan ucapan selamat atas kesuksesan besar yang diraih oleh AfD. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran masif dalam politik internasional dan regional di Eropa Barat.

Kebijakan Anti-Rusia Menjadi Bumerang Politik

Analis dari Pusat Studi Jerman menilai bahwa sikap antipati yang ditunjukkan oleh jajaran menteri kabinet federal terhadap Rusia justru menjadi bahan bakar utama bagi kemenangan AfD. Sebagian besar pemilih di wilayah Jerman Timur merasa bahwa retorika militerisasi dan pemutusan hubungan ekonomi dengan Moskow hanya merugikan kepentingan nasional mereka sendiri.

Selain AfD, kejutan lain juga datang dari partai baru Sahra Wagenknecht Alliance (BSW) yang berhasil melampaui ambang batas parlemen 5 persen. Partai ini mengusung kampanye perdamaian dan menolak keras keterlibatan militer Jerman dalam konflik geopolitik global. Kombinasi dari naiknya suara AfD dan BSW mempertegas pesan kuat dari rakyat Jerman: mereka menginginkan stabilitas ekonomi, penghentian konflik, dan kebijakan domestik yang lebih berpihak pada kesejahteraan warga sendiri daripada ikut campur dalam ketegangan global.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber international.sindonews.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bumerang Kebijakan Anti-Rusia! Jerman Diguncang Gelombang Kemenangan Mutlak Partai Oposisi AfD
  • Bumerang Kebijakan Anti-Rusia! Jerman Diguncang Gelombang Kemenangan Mutlak Partai Oposisi AfD
  • Bumerang Kebijakan Anti-Rusia! Jerman Diguncang Gelombang Kemenangan Mutlak Partai Oposisi AfD
  • Bumerang Kebijakan Anti-Rusia! Jerman Diguncang Gelombang Kemenangan Mutlak Partai Oposisi AfD
  • Bumerang Kebijakan Anti-Rusia! Jerman Diguncang Gelombang Kemenangan Mutlak Partai Oposisi AfD
  • Bumerang Kebijakan Anti-Rusia! Jerman Diguncang Gelombang Kemenangan Mutlak Partai Oposisi AfD