Langit Moskow Membara! Hujan Ratusan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia, Korban Jiwa Berjatuhan di Tengah Pemilu Kremlin
Serangan drone besar-besaran yang diluncurkan Ukraina berhasil menembus pertahanan udara Rusia, memicu kebakaran hebat di kilang minyak strategis dan menewaskan sedikitnya dua orang di wilayah Moskow. Insiden dramatis ini terjadi di tengah berlangsungnya pemilu Rusia, mempertegas eskalasi konflik yang kian membara tanpa memedulikan klaim kesepakatan damai global.
NEWSJABAR.ID - Situasi di ibu kota Rusia mendadak mencekam setelah gelombang serangan drone tak berawak yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar melanda wilayah Moskow dan sekitarnya. Setidaknya dua orang dilaporkan tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran udara yang menghantam kawasan pemukiman serta fasilitas energi vital tersebut.
Walikota Moskow mengonfirmasi bahwa ratusan drone yang mengarah ke jantung pemerintahan Kremlin berhasil dihalau, meski beberapa di antaranya tetap lolos dan memicu kehancuran. Sebuah kilang minyak penting di wilayah tersebut mengalami kerusakan serius, sementara sejumlah rumah warga dilaporkan hangus dilahap si jago merah akibat serpihan peledak.
Target Vital Rusia yang Bernilai Miliaran Dolar Hancur
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tidak menampik keterlibatan pasukannya. Ia menegaskan bahwa militer Kyiv sengaja membidik pusat logistik dan kilang minyak utama yang selama ini menyokong dana mesin perang Rusia. "Ini adalah infrastruktur miliaran dolar yang secara langsung membiayai agresi mereka," tegas pihak Ukraina dalam sebuah pernyataan resmi.
Di sisi lain, gempuran ini juga terjadi bersamaan dengan hari ketiga pemungutan suara dalam pemilihan parlemen Rusia. Kremlin menuding serangan ini sebagai upaya sabotase terencana untuk mengacaukan proses demokrasi yang tengah berlangsung di bawah pengawasan ketat pemerintah.
Dampak Korban Jiwa dan Lumpuhnya Penerbangan Moskow
Laporan dari lapangan menyebutkan seorang wanita berusia 44 tahun tewas setelah sebuah pesawat tanpa awak menghantam gedung apartemen tiga lantai di wilayah Sofyino. Di distrik Orekhovo-Zuevo, seorang pria lanjut usia juga dilaporkan kehilangan nyawanya setelah kediaman pribadinya hancur terkena ledakan.
Kekacauan ini memaksa otoritas penerbangan sipil Rusia menutup sementara bandara terbesar di Moskow, termasuk Bandara Sheremetyevo dan Vnukovo. Seluruh jadwal lepas landas dan pendaratan pesawat sempat dihentikan total demi menghindari risiko fatal di udara sebelum akhirnya dibuka kembali dengan pengawasan ketat.
Balasan Sengit Rusia dan Retorika Damai yang Mentah
Ketegangan dalam konflik Rusia-Ukraina ini tampaknya jauh dari kata mereda. Hampir bersamaan dengan insiden di Moskow, serangan udara Rusia di wilayah Kyiv dan Sumy dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan warga sipil, termasuk tiga anak-anak yang tidak berdosa.
Menariknya, eskalasi brutal ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah klaim sepihak dari AS yang menyebut bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing. Alih-alih mereda, Washington justru baru saja menandatangani undang-undang sanksi baru yang menargetkan negara-negara pembeli minyak Rusia seperti China dan India, memperpanjang rantai ketegangan geopolitik global.