Menembus Batas Trauma: Strategi Kemanusiaan Pulihkan Mental Anak-Anak SLB Floresta Pasca-Guncangan Gempa Sikka
Pasca-bencana gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pemulihan psikologis anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Floresta menjadi fokus utama dalam program trauma healing guna mengembalikan keceriaan mereka yang sempat terenggut trauma bencana.
NEWSJABAR.ID - Pemulihan pascabencana tidak hanya melulu soal pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga rekonstruksi mental korban terdampak, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak berkebutuhan khusus. Upaya luar biasa ini terlihat nyata di Sekolah Luar Biasa (SLB) Floresta, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, di mana puluhan anak mendapatkan ruang aman untuk mengekspresikan diri dan menyembuhkan trauma psikologis mereka melalui program pendampingan khusus.
Sebanyak 70 anak berkebutuhan khusus terlibat aktif dalam serangkaian aktivitas menyenangkan yang dirancang khusus untuk memulihkan kondisi emosional mereka. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh kasih, anak-anak diajak bermain, berinteraksi, dan melepaskan kecemasan akibat bencana alam yang sempat melanda kawasan tersebut.
Lebih dari Sekadar Bantuan Fisik: Menyentuh Aspek Psikososial
Langkah taktis pemulihan ini menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus menyentuh seluruh dimensi kehidupan warga. Program pemulihan pascagempa kali ini menggabungkan antara penyaluran logistik fisik dengan pemulihan mental yang terencana dengan matang.
Koordinator Posko Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka, Oktafianus Aryo, menekankan pentingnya keseimbangan bantuan ini. Ia menyebutkan bahwa anak-anak membutuhkan perhatian ekstra agar tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat guncangan gempa.
"Bantuan yang kami salurkan tidak terbatas pada logistik fisik semata. Kami sangat memperhatikan kebutuhan kesehatan jiwa dan raga, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini. Melalui program ini, kami berkomitmen memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi mereka untuk tetap aktif bersosialisasi," tegas Oktafianus.
Layanan Kesehatan Gratis dan Distribusi Logistik
Tidak hanya fokus pada pemulihan mental, aksi kemanusiaan di SLB Floresta ini juga dibarengi dengan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada 155 warga terdampak. Dukungan penuh dalam penyediaan bantuan logistik ini disokong oleh kolaborasi strategis bersama Musim Mas Group dan PT Mega Surya Mas (MSM).
Di samping itu, guna memastikan kondisi fisik warga tetap prima selama masa pemulihan, diselenggarakan pula layanan kesehatan gratis yang berhasil menjangkau 50 warga secara langsung di lokasi. Langkah jemput bola ini sengaja diambil demi mempermudah akses bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan umum.
Sinergi Lintas Wilayah Demi Misi Kemanusiaan
Keberhasilan program komprehensif ini tidak lepas dari sinergi kuat lintas wilayah. Sebanyak 19 personel gabungan dikerahkan ke lapangan, terdiri atas 9 personel dari PMI Provinsi Sumatera Utara dan 10 personel dari PMI Kabupaten Sikka. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kepedulian kemanusiaan tidak mengenal batasan geografis.
Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara, Ade Yudiansyah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra korporasi yang turut menyukseskan agenda ini. Menurutnya, kerja sama multisektor adalah kunci utama dari keberhasilan pemulihan wilayah terdampak bencana.
"Dukungan dari Musim Mas Group serta PT Mega Surya Mas sangat krusial dalam memperluas daya jangkau operasional kami di lapangan. Kami terus berkomitmen agar seluruh bantuan yang terkumpul dapat diimplementasikan dalam bentuk program nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," ujar Ade menutup penjelasannya.