Misteri Hilangnya 'Konde' Pajero Sport Terbaru: Terungkap Alasan Rahasia Di Balik Desain Radikal Mitsubishi
Mitsubishi akhirnya mengungkap alasan mengejutkan di balik hilangnya ban serep legendaris yang biasa menggantung di pintu belakang Mitsubishi Pajero terbaru. Keputusan radikal memindahkan ban cadangan ke kolong mobil ini memicu perdebatan sengit di kalangan pecinta SUV tangguh, memisahkan fungsionalitas harian dengan kebutuhan off-road ekstrem.
NEWSJABAR.ID - Keputusan pabrikan raksasa otomotif asal Jepang untuk menanggalkan salah satu ciri khas paling ikonis pada generasi terbaru Mitsubishi Pajero akhirnya terjawab. Selama beberapa dekade, ban cadangan yang menggantung di pintu belakang—atau akrab disapa 'konde' oleh konsumen Indonesia—telah menjadi simbol ketangguhan SUV legendaris ini. Namun, pada suksesor terbarunya, fitur tersebut resmi dipindahkan ke kolong kendaraan.
Kunitoshi Itagaki, selaku Spesialis Produk Utama Mitsubishi, mengungkapkan bahwa langkah berani ini bukan sekadar urusan estetika visual semata. Di balik ubahan radikal ini, tersimpan kalkulasi matang yang didasarkan pada riset mendalam terhadap pola perilaku konsumen global di era modern.
Bobot Berlebih dan Masalah Kepraktisan Harian
Salah satu alasan teknis terbesar di balik pemindahan ini adalah masalah distribusi bobot dan beban mekanis. Ban berukuran besar yang menempel pada pintu belakang memberikan beban tambahan yang sangat signifikan setiap kali pemilik mengakses ruang bagasi. Seiring berjalannya waktu, beban konstan ini berpotensi merusak engsel pintu dan menyulitkan pengguna, terutama saat parkir di area yang sempit.
Selain itu, kehadiran 'konde' di area buritan membatasi fleksibilitas penambahan aksesori luar seperti modul derek (towing system) yang kini kian populer di segmen mobil SUV premium. Dengan memindahkannya ke bagian bawah, struktur pintu belakang kini menjadi lebih konvensional, ringan, dan jauh lebih ramah pengguna untuk aktivitas sehari-hari.
Penghormatan Desain Terhadap Sang Legenda
Meskipun ban serep fisik tidak lagi terpampang nyata di bagian belakang, para desainer Mitsubishi tidak ingin membuang begitu saja warisan sejarah Pajero. Sebagai gantinya, mereka menyematkan elemen visual berbentuk segi enam (heksagonal) yang unik pada pintu bagasi. Ornamen ini dirancang khusus sebagai bentuk penghormatan estetis terhadap siluet ban serep legendaris yang kini telah tiada.
Pergeseran ini sekaligus membuktikan bahwa target pasar Pajero kini kian meluas. SUV tangguh ini tidak lagi hanya diandalkan untuk melibas jalur off-road ekstrem, melainkan telah menjelma menjadi kendaraan komuter perkotaan kelas atas yang menuntut kenyamanan ekstra.
Dilema Bagi Para Pecinta Off-Road Sejati
Kendati menawarkan segudang kepraktisan urban, keputusan ini tetap memicu kritik dari kalangan pecinta otomotif jalur tanah. Menempatkan ban cadangan di kolong mobil dinilai sangat menyulitkan ketika kendaraan terjebak di kubangan lumpur atau medan berbatu. Dalam kondisi darurat seperti itu, mengambil ban dari bawah sasis tentu memerlukan usaha ekstra yang melelahkan dibandingkan dengan mengambilnya dari pintu belakang.
Namun bagaimanapun juga, kompromi desain ini tampaknya menjadi harga yang pantas dibayar demi menghadirkan kenyamanan berkendara modern tanpa menghilangkan taji Pajero sebagai salah satu raja jalanan yang paling disegani.