Nostalgia atau Mundur ke Belakang? Alasan Mengejutkan di Balik Langkah Sony Menghidupkan Kembali Juara Audio Masa Lalu

Sony secara mengejutkan memutuskan untuk merilis ulang headphone noise-canceling legendaris mereka yang sempat hilang dari pasaran, WH-1000XM4, dengan nama baru WH-1000XM4C. Meskipun membawa beberapa pembaruan minor seperti Bluetooth 6 dan pilihan warna lavender yang menawan, kembalinya model klasik ini di tengah era teknologi audio yang sudah jauh melesat memicu tanda tanya besar di kalangan pencinta gadget dunia.

NEWSJABAR.ID - Di tengah persaingan pasar perangkat suara yang kian sengit, sebuah langkah tidak biasa baru saja diambil oleh raksasa teknologi asal Jepang. Sony secara resmi memutuskan untuk menghidupkan kembali salah satu produk audio paling sukses sepanjang sejarah mereka. Headphone legendaris WH-1000XM4 yang sempat dihentikan produksinya kini lahir kembali dengan nama baru, Sony WH-1000XM4C.

Langkah ini tergolong sangat berani sekaligus membingungkan. Pasalnya, industri teknologi audio telah berkembang pesat sejak varian orisinalnya mengudara pada musim gugur tahun 2020 silam. Keputusan menghidupkan kembali sang legenda seolah menjadi sinyal bahwa Sony merindukan kejayaan masa lalu ketika seri XM4 mendominasi daftar perangkat audio terbaik di dunia berkat kenyamanan ekstra, kemampuan meredam bising (ANC) yang luar biasa, serta desainnya yang praktis dan dapat dilipat.

Desain Klasik yang Dirindukan dengan Sentuhan Lavender

Dari segi estetika, Sony WH-1000XM4C mempertahankan bentuk fisik yang sepenuhnya identik dengan pendahulunya. Headphone ini membawa kembali mekanisme engsel fleksibel yang memungkinkan perangkat dilipat hingga berukuran sangat ringkas—sebuah fitur yang sempat dihilangkan Sony pada generasi penerusnya, XM5, dan baru setengah hati dikembalikan pada seri XM6.

Sebagai pemanis, Sony kini menghadirkan opsi warna Lavender yang sangat kekinian untuk melengkapi varian warna klasik lainnya. Namun, di balik tampilan luar yang familier ini, jeroan teknologi yang diusungnya mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. WH-1000XM4C masih mengandalkan chip pemrosesan audio QN1 yang sudah berusia tahunan, lengkap dengan konfigurasi empat mikrofon untuk sistem Active Noise Cancelling (ANC). Sebagai perbandingan, generasi XM5 telah dibekali delapan mikrofon, sementara lini XM6 yang lebih modern menggunakan chip QN3 mutakhir dengan dukungan hingga 12 mikrofon.

Peningkatan Fitur Modern dan Misteri Penurunan Daya Baterai

Meski mengadopsi DNA lama, Sony tidak membiarkan headphone Sony versi reinkarnasi ini benar-benar ketinggalan zaman. Pabrikan asal Jepang tersebut telah memperbarui profil suara perangkat ini agar setara dengan standar masa kini. Berikut adalah beberapa peningkatan signifikan yang ditawarkan:

  • Bluetooth Versi 6: Konektivitas nirkabel yang jauh lebih stabil dan hemat energi dibandingkan versi Bluetooth 5 pada model terdahulu.
  • 10-Band Equalizer (EQ): Pengguna kini dapat mempersonalisasi karakter suara secara lebih presisi melalui aplikasi pendukung dengan 10 pita frekuensi, menggantikan fitur 5-band EQ versi lawas.
  • Preset Khusus Gaming: Optimalisasi audio untuk kebutuhan respons cepat saat bermain game.

Namun, di balik peningkatan fitur digital tersebut, ada satu hal yang cukup janggal. Daya tahan baterai pada WH-1000XM4C justru diklaim sedikit menurun. Sony menyatakan bahwa headphone ini hanya mampu bertahan hingga 27 jam penggunaan dengan fitur ANC aktif, turun dari klaim daya tahan versi orisinalnya yang mampu mencapai 30 jam. Meski demikian, durasi tersebut dirasa masih sangat memadai untuk menemani perjalanan jauh lintas negara.

Kehadiran Lini Murah dan Kolaborasi Menggemaskan

Bersamaan dengan pengumuman WH-1000XM4C, Sony juga memperbarui dua lini headphone kelas menengah dan entry-level mereka melalui kehadiran seri WH-CH730N dan WH-CH530. Kedua perangkat audio terjangkau ini turut mendapatkan peningkatan berupa 10-band EQ dan mode gaming. Menariknya lagi, seri CH730N kini mengadopsi kemampuan lipat yang lebih ringkas seperti sang kakak kelas.

Dari sisi ketahanan daya, kedua model ramah kantong ini justru tampil superior. Seri CH730N diklaim sanggup menyala hingga 50 jam dengan ANC aktif, sedangkan CH530 yang tidak dilengkapi fitur peredam bising mampu bertahan hingga 55 jam penggunaan tanpa henti. Sony juga menyematkan fitur pembatas volume maksimal yang sangat berguna bagi para orang tua untuk melindungi pendengaran anak-anak mereka.

Sebagai kejutan akhir bagi para pencinta gadget terbaru, Sony menjalin kolaborasi eksklusif dengan ikon budaya populer, Hello Kitty. Paket bundel khusus ini mencakup headphone (tersedia untuk seri WH-1000XM6, WH-CH730N, atau WH-CH530 dalam warna hitam atau merah muda) yang dilengkapi dengan wadah penyimpanan berbentuk wajah Hello Kitty serta tas jinjing bermerek senada.

WH-1000XM4C dijadwalkan meluncur secara global pada musim gugur tahun ini dengan banderol harga sekitar $300 (sekitar Rp4,6 juta), memosisikannya di antara pasar headphone premium masa kini.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber theverge.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Nostalgia atau Mundur ke Belakang? Alasan Mengejutkan di Balik Langkah Sony Menghidupkan Kembali Juara Audio Masa Lalu
  • Nostalgia atau Mundur ke Belakang? Alasan Mengejutkan di Balik Langkah Sony Menghidupkan Kembali Juara Audio Masa Lalu
  • Nostalgia atau Mundur ke Belakang? Alasan Mengejutkan di Balik Langkah Sony Menghidupkan Kembali Juara Audio Masa Lalu
  • Nostalgia atau Mundur ke Belakang? Alasan Mengejutkan di Balik Langkah Sony Menghidupkan Kembali Juara Audio Masa Lalu
  • Nostalgia atau Mundur ke Belakang? Alasan Mengejutkan di Balik Langkah Sony Menghidupkan Kembali Juara Audio Masa Lalu
  • Nostalgia atau Mundur ke Belakang? Alasan Mengejutkan di Balik Langkah Sony Menghidupkan Kembali Juara Audio Masa Lalu