Panggung Ed Sheeran Kosong Melompong! Seluruh Musisi Pendukung Mundur Massal Demi Solidaritas Palestina
Dunia musik internasional diguncang aksi solidaritas luar biasa setelah seluruh musisi pendukung dalam tur konser Ed Sheeran di Amerika Serikat memutuskan mundur massal. Langkah ekstrem ini diambil sebagai bentuk protes keras atas didepaknya rapper kenamaan Macklemore dari daftar penampil, menyusul aksi vokal sang rapper yang menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina di atas panggung.
NEWSJABAR.ID - Gelombang boikot melanda rangkaian tur konser superstar asal Inggris, Ed Sheeran, di Amerika Serikat. Keputusan sepihak promotor untuk mendepak rapper Macklemore memicu efek domino yang tak terduga. Nama-nama besar seperti Finneas (kakak sekaligus produser Billie Eilish), band asal Denmark Lukas Graham, penyanyi asal Irlandia Aaron Rowe, hingga grup musik folk Beoga, secara resmi menyatakan mundur dari panggung konser musik tersebut.
Finneas menyampaikan pernyataan menohok terkait keputusannya hengkang dari tur. Menurutnya, seniman tidak boleh dibungkam ketika menyuarakan kebenaran bagi mereka yang tertindas. Senada dengan hal tersebut, Lukas Graham menegaskan bahwa kekuatan finansial tidak berhak mengatur opini publik atau menentukan penderitaan manusia mana yang boleh diakui di atas panggung dunia.
Ed Sheeran Berdalih Demi Keamanan Penonton Anak-Anak
Di sisi lain, Ed Sheeran mencoba meredam ketegangan dengan merilis pernyataan resmi melalui akun media sosial pribadinya. Pelantun tembang "Perfect" ini menegaskan bahwa keputusan mendepak Macklemore murni datang dari pihak promotor, Messina Touring Group, dan bukan atas keinginannya sendiri.
Sheeran mengaku telah berupaya melakukan mediasi dengan pihak pengelola stadion selama sepekan penuh. Namun, promotor akhirnya memilih untuk membatalkan penampilan Macklemore guna menghindari pembatalan tur dunia miliknya yang melibatkan mata pencaharian ratusan kru panggung.
"Saya tidak bersikap acuh. Saya memiliki pandangan pribadi terkait konflik yang menghancurkan ini," tulis Sheeran dalam pernyataannya. Ia berdalih bahwa platform profesionalnya sengaja dijauhkan dari isu politik demi menjaga ruang aman bagi penggemarnya yang mayoritas merupakan anak-anak. Namun, sikap netral Sheeran ini justru menuai kritik tajam dari para penggemar dan rekan sesama musisi yang menganggap netralitas di tengah penindasan adalah bentuk keberpihakan.
Aksi Berani Macklemore di Panggung MetLife
Ketegangan ini bermula saat Macklemore tampil di Stadion MetLife, New Jersey. Di hadapan puluhan ribu penonton, rapper peraih Grammy tersebut menyuarakan seruan "Free Palestine" dan membawakan lagu hitsnya yang kontroversial, "Hind's Hall".
Lagu tersebut didedikasikan untuk para demonstran pro-Palestina di Columbia University serta mengecam keras tindakan militer di Gaza. Penampilannya kian dramatis dengan visualisasi kehancuran wilayah konflik yang dipampang nyata di layar raksasa panggung.
Aksi berani Macklemore langsung memicu reaksi keras dari sejumlah kelompok tertentu. Tekanan terbesar datang dari Robert Kraft, miliarder pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, yang secara tegas melarang Macklemore tampil di venue miliknya dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian. Langkah boikot dari para pemilik modal inilah yang akhirnya memaksa promotor mengambil keputusan ekstrem untuk mengeluarkan sang rapper dari tur.
Kehilangan Sponsor demi Kemanusiaan
Menanggapi pemecatan dirinya, Macklemore mengaku tidak menyesal meski harus kehilangan sponsor, kontrak di industri hiburan, hingga hubungan personal dengan sejumlah kolega di dunia musik.
Ia juga sempat melayangkan kritik halus kepada Ed Sheeran yang memilih jalan aman. "Mengambil sikap memang ada harganya. Anda bisa kehilangan uang, kerja sama brand, hingga akses panggung. Saya telah kehilangan semua itu. Namun, tidak ada posisi netral di antara penindas dan yang tertindas," tegas Macklemore.
Bagi sang rapper, jika suaranya berhasil mengembalikan perhatian dunia pada penderitaan rakyat Palestina di Gaza, maka tur ini adalah tur paling sukses sepanjang sejarah karier bermusiknya.