Perang Berebut 'Uang Panas' AI: Penerbit dan Agen Serakah Diduga Caplok Dana Ganti Rugi Penulis!

Pembayaran dana ganti rugi raksasa senilai Rp23 triliun (USD 1,5 miliar) dari Anthropic kepada para penulis korban pencurian data AI kini diwarnai kekacauan besar, setelah sejumlah penerbit dan agen sastra dilaporkan mencoba menyerobot hak finansial yang seharusnya diterima penuh oleh para pencipta karya.

NEWSJABAR.ID - Drama baru kembali mengguncang industri kreatif dan teknologi AI setelah proses pembagian dana ganti rugi dari Anthropic dibayangi aksi saling klaim yang kontroversial. Para penulis yang seharusnya bernapas lega setelah memenangkan gugatan hak cipta kini justru harus gigit jari karena uang kompensasi mereka diduga dicaplok secara sepihak oleh pihak penerbit dan agen literatur.

Skandal di Balik Ganti Rugi Rp23 Triliun

Kasus ini bermula ketika Anthropic, sebuah perusahaan startup kecerdasan buatan terkemuka, menyetujui kesepakatan damai senilai USD 1,5 miliar tahun lalu. Langkah ini diambil setelah pengadilan memutuskan bahwa meskipun melatih model kecerdasan buatan menggunakan konten berhak cipta dianggap sah di bawah doktrin penggunaan wajar (fair use), membajak materi tersebut secara ilegal tetap merupakan pelanggaran hukum yang berat.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, para penulis dari hampir 500.000 judul buku yang dibajak berhak menerima kompensasi sebesar USD 3.000 (sekitar Rp46 juta) per karya. Aturan mainnya sangat jelas: jika buku tersebut masih dicetak oleh penerbit tradisional, uang tersebut dibagi dua (50-50) antara penulis dan penerbit. Namun, jika buku tersebut diterbitkan secara mandiri (self-published) atau hak ciptanya telah kembali sepenuhnya ke tangan penulis, maka sang penulis berhak menerima 100 persen pembayaran.

Aksi 'Serobot' Hak Cipta oleh Penerbit Raksasa

Kenyataan di lapangan rupanya jauh dari kata adil. Banyak penulis mulai bersuara di media sosial setelah menerima email pemberitahuan bahwa ada pihak lain yang mengklaim dana mereka. Salah satu kasus yang viral adalah keluhan dari penulis novel misteri terkenal, April Henry. Ia mengungkapkan kemarahannya setelah salah satu penerbit raksasa mengklaim dana ganti rugi atas bukunya yang hak penerbitannya sebenarnya sudah dikembalikan kepada Henry sejak 17 tahun lalu.

Penyelidikan internal dari komunitas penulis menunjukkan bahwa kekacauan ini terbagi dalam dua modus operandi. Pertama, penerbit menuntut pembayaran atas karya yang haknya sudah kadaluarsa atau sudah kembali ke penulis. Kedua, penerbit mencoba mengambil 100 persen porsi pembayaran, padahal mereka hanya berhak mendapatkan setengahnya.

Meskipun beberapa pengamat menilai kekacauan ini terjadi akibat buruknya sistem pengarsipan dan administrasi data penerbit, banyak pihak yang tetap memandang sinis fenomena ini sebagai bentuk keserakahan industri.

Agen Sastra Ikut Mengais Keuntungan

Masalah tidak berhenti di situ. Beberapa agen sastra yang sejatinya tidak memiliki kepemilikan atas hak cipta buku juga dilaporkan ikut mengajukan klaim untuk mendapatkan potongan persentase dari dana ganti rugi tersebut. Hal ini memicu gelombang protes keras dari komunitas hukum dan asosiasi penulis, yang menegaskan bahwa agen tidak memiliki dasar hukum apa pun untuk menyentuh uang kompensasi tersebut.

Asosiasi penulis kini mendesak para anggotanya untuk segera memeriksa status klaim mereka secara mandiri. Untuk mengajukan sanggahan, penulis harus membuktikan bahwa pengembalian hak cipta atas karya mereka telah terjadi sebelum tanggal batas penarikan data yang ditetapkan dalam kesepakatan, guna memastikan bahwa dana kompensasi murni jatuh ke tangan yang berhak.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber techcrunch.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Perang Berebut 'Uang Panas' AI: Penerbit dan Agen Serakah Diduga Caplok Dana Ganti Rugi Penulis!
  • Perang Berebut 'Uang Panas' AI: Penerbit dan Agen Serakah Diduga Caplok Dana Ganti Rugi Penulis!
  • Perang Berebut 'Uang Panas' AI: Penerbit dan Agen Serakah Diduga Caplok Dana Ganti Rugi Penulis!
  • Perang Berebut 'Uang Panas' AI: Penerbit dan Agen Serakah Diduga Caplok Dana Ganti Rugi Penulis!
  • Perang Berebut 'Uang Panas' AI: Penerbit dan Agen Serakah Diduga Caplok Dana Ganti Rugi Penulis!
  • Perang Berebut 'Uang Panas' AI: Penerbit dan Agen Serakah Diduga Caplok Dana Ganti Rugi Penulis!