Revolusi Meja Makan di India: Saat Politik Mengusir Daging Sapi dari Piring Rakyat Bengal

Kebijakan ketat pemerintahan baru di Benggala Barat, India, memicu krisis pasokan daging sapi yang memaksa warga mengubah pola makan secara drastis. Penutupan rumah potong hewan besar dan pembekuan lisensi dagang telah membuat komoditas ini menghilang dari pasar, melonjakkan harga hingga dua kali lipat, dan mengubah tradisi kuliner yang telah bertahan selama berabad-abad.

NEWSJABAR.ID - Keheningan yang mencekam kini menyelimuti kawasan Tangra di Kolkata. Di sana, sebuah bangunan era kolonial yang merupakan satu-satunya rumah potong hewan bovine di kota tersebut berdiri tegak seperti benteng yang terkunci rapat. Gerbang besi raksasanya tak lagi terbuka untuk ternak, melainkan hanya menjadi saksi bisu anak-anak sekolah yang melompati pagar untuk bermain di dalamnya sejak fasilitas itu berhenti beroperasi.

Perubahan drastis ini bukan tanpa alasan. Hanya beberapa hari setelah kemenangan partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP), dalam dinamika politik internasional di tingkat lokal, pemerintah negara bagian langsung memperketat aturan penyembelihan hewan. Aturan lama dari tahun 1950 yang sebelumnya longgar, kini ditegakkan dengan besi panas, mensyaratkan sertifikat ketat bahwa hewan hanya boleh disembelih jika berusia di atas 14 tahun atau sudah tidak mampu bekerja.

Kelangkaan yang Mencekik dan Harga yang Meroket

Dampaknya instan dan menyakitkan bagi warga setempat. Pasokan daging sapi di Benggala Barat, yang secara historis merupakan salah satu negara bagian dengan konsumsi daging sapi tertinggi di India, tiba-tiba mengering. Para pedagang terjebak dalam limbo birokrasi karena pembaruan lisensi dagang mereka dihentikan tanpa kejelasan.

"Keluarga saya sudah enam generasi berdagang daging sapi di Kolkata, dan belum pernah kami mengalami nasib seperti ini di bawah pemerintahan mana pun sebelumnya," ujar Mushtaq, salah satu pedagang yang kini kehilangan mata pencahariannya. Harga daging yang dulunya terjangkau di kisaran 200-250 rupee, kini meroket hingga 500 rupee per kilogram, membuat banyak warga miskin terpaksa mencoret protein ini dari daftar belanja mereka.

Restoran Ikonis Terpaksa Ubah Menu

Krisis ini tidak hanya menghantam dapur rumah tangga, tetapi juga sektor pariwisata dan kuliner yang mempengaruhi ekonomi global di tingkat mikro. Restoran legendaris seperti Zam Zam dan Olypub yang terkenal dengan steik sapi mereka, kini terpaksa menghapus menu andalan tersebut atau hanya menyediakannya secara tidak menentu.

"Kami tidak bisa mengompromikan kualitas. Karena pasokan yang ada sekarang sangat buruk dan tidak menentu, kami lebih baik menghilangkannya dari menu daripada mengecewakan pelanggan," ungkap Shadman Faize, direktur jaringan restoran Zam Zam. Penurunan penjualan mencapai 40 persen, memaksa beberapa pelaku usaha melakukan efisiensi karyawan demi bertahan hidup.

Ketakutan di Balik Pintu Tertutup

Di daerah seperti Malda, di mana populasi Muslim cukup signifikan, perdagangan daging sapi kini berubah menjadi operasi bawah tanah yang berbahaya. Warga melaporkan bahwa mereka harus melakukan transaksi secara sembunyi-sembunyi di tengah malam karena takut akan persekusi atau penangkapan oleh pihak berwenang.

"Membawa daging sapi di Bengal sekarang terasa lebih berbahaya daripada membawa narkoba," keluh seorang mantan pengusaha susu yang memilih menjual seluruh ternaknya dengan harga murah demi menghindari intimidasi politik. Pola makan warga kini bergeser ke sayuran, ikan murah, atau ayam, sementara daging kambing tetap menjadi barang mewah yang tak terjangkau bagi mayoritas penduduk.

Situasi di Benggala Barat ini mencerminkan tren yang lebih luas di berbagai negara bagian India lainnya yang dipimpin oleh BJP, di mana pembatasan ketat terhadap produk bovine sering kali diikuti dengan perubahan sosial dan ekonomi yang mendalam bagi komunitas minoritas dan kelompok marginal yang bergantung pada komoditas tersebut.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber aljazeera.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Revolusi Meja Makan di India: Saat Politik Mengusir Daging Sapi dari Piring Rakyat Bengal
  • Revolusi Meja Makan di India: Saat Politik Mengusir Daging Sapi dari Piring Rakyat Bengal
  • Revolusi Meja Makan di India: Saat Politik Mengusir Daging Sapi dari Piring Rakyat Bengal
  • Revolusi Meja Makan di India: Saat Politik Mengusir Daging Sapi dari Piring Rakyat Bengal
  • Revolusi Meja Makan di India: Saat Politik Mengusir Daging Sapi dari Piring Rakyat Bengal
  • Revolusi Meja Makan di India: Saat Politik Mengusir Daging Sapi dari Piring Rakyat Bengal