Siasat Microsoft Lolos dari Jerat Hukum: Bongkar Data Chat Copilot, Klaim Tak Ada yang Minat Jiplak Berita!

Microsoft akhirnya buka suara terkait tuduhan pencurian hak cipta oleh raksasa media. Melalui dokumen pengadilan terbaru, perusahaan teknologi ini membeberkan jutaan data percakapan Copilot untuk membuktikan bahwa kecerdasan buatan mereka hampir tidak pernah menyalin artikel berita secara utuh. Langkah berani ini diharapkan mampu mementahkan gugatan hukum bernilai fantastis dari para penerbit dan penulis global.

NEWSJABAR.ID - Raksasa teknologi Microsoft mengambil langkah agresif dalam menghadapi badai gugatan hak cipta yang dilayangkan oleh sejumlah penerbit media ternama dan serikat penulis global. Dalam berkas hukum teranyarnya, Microsoft memamerkan bukti kuat berupa analisis terhadap jutaan log percakapan kecerdasan buatan milik mereka, Copilot. Hasilnya mengejutkan: klaim bahwa chatbot tersebut "merampok" konten berita secara masif dinilai sangat berlebihan dan tidak berdasar secara faktual.

Demi mematahkan argumen para penggugat, termasuk beberapa media internasional terkemuka, Microsoft menyerahkan sekitar 8,2 juta log obrolan Copilot kepada pakar yang ditunjuk oleh pihak penggugat. Log percakapan ini sengaja dipilih karena mengandung kata kunci yang berkaitan erat dengan situs web para penerbit tersebut. Namun, setelah diteliti secara mendalam, persentase kecocokan kata yang ditemukan ternyata sangat minim, membuktikan bahwa pengguna hampir tidak pernah memanfaatkan chatbot untuk mengonsumsi artikel asli secara gratis.

Dari jutaan interaksi tersebut, tercatat hanya ada sekitar 59.545 obrolan yang memiliki setidaknya 16 kata yang sama dengan konten berita asli. Bahkan, dalam pengujian lebih lanjut terhadap karya dari salah satu lembaga investigasi pers, hanya ditemukan 51 kasus tumpang tindih yang dianggap signifikan. Temuan serupa juga terjadi pada gugatan kelompok penulis buku; dari jutaan percakapan, hanya 24 respons dari chatbot yang memuat minimal 30 kata yang persis dengan isi buku. Dari 212 buku yang dievaluasi, hanya 10 buku yang menunjukkan adanya kecocokan teks. Hal ini menegaskan bahwa teknologi AI modern bekerja dengan cara yang jauh lebih transformatif.

Berdasarkan data konkret ini, Microsoft berargumen bahwa penggunaan materi berhak cipta untuk melatih model bahasa besar (LLM) sepenuhnya masuk dalam kategori fair use atau penggunaan yang wajar. Meskipun layanan chatbot seperti Copilot dilatih menggunakan miliaran data dari internet, tujuan akhir dari sistem ini sangat berbeda dengan fungsi asli dari tulisan-tulisan tersebut. Menampilkan potongan kalimat kecil secara tidak sengaja dinilai tidak akan merusak nilai ekonomis dari karya tulis aslinya.

Pertarungan hukum ini kini menjadi sorotan tajam di industri teknologi dunia. Microsoft bersama mitra strategisnya, OpenAI, dituding membangun imperium bisnis AI dengan memanfaatkan karya intelektual orang lain tanpa izin. Kendati demikian, Microsoft kini mendesak hakim pengadilan untuk segera mengeluarkan putusan ringkas (summary judgment) guna mengakhiri perselisihan ini di tahap awal. Jika hakim menolak argumen pertahanan Microsoft, maka laga hukum yang melelahkan ini dipastikan akan terus berlanjut di meja hijau.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber theverge.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Siasat Microsoft Lolos dari Jerat Hukum: Bongkar Data Chat Copilot, Klaim Tak Ada yang Minat Jiplak Berita!
  • Siasat Microsoft Lolos dari Jerat Hukum: Bongkar Data Chat Copilot, Klaim Tak Ada yang Minat Jiplak Berita!
  • Siasat Microsoft Lolos dari Jerat Hukum: Bongkar Data Chat Copilot, Klaim Tak Ada yang Minat Jiplak Berita!
  • Siasat Microsoft Lolos dari Jerat Hukum: Bongkar Data Chat Copilot, Klaim Tak Ada yang Minat Jiplak Berita!
  • Siasat Microsoft Lolos dari Jerat Hukum: Bongkar Data Chat Copilot, Klaim Tak Ada yang Minat Jiplak Berita!
  • Siasat Microsoft Lolos dari Jerat Hukum: Bongkar Data Chat Copilot, Klaim Tak Ada yang Minat Jiplak Berita!