Tapanuli Tengah Tenggelam! Air Setinggi Dada Lumpuhkan 7 Kecamatan, Evakuasi Darurat Dimulai

Bencana banjir hebat akibat luapan sungai setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memaksa puluhan warga mengungsi akibat ketinggian air yang mencapai dada orang dewasa.

NEWSJABAR.ID - Curah hujan yang ekstrem selama beberapa hari terakhir memicu bencana hidrologis hebat di wilayah Sumatra Utara. Kali ini, tujuh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dilaporkan lumpuh total setelah diterjang banjir akibat meluapnya sejumlah sungai utama. Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara, bencana ini mulai mengancam pemukiman warga sejak Sabtu sore, menyusul tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan tersebut secara terus-menerus.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, membenarkan situasi genting ini akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Sumut. Wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kecamatan Tukka, Kolang, Pandan, Tapian Nauli, Sarudik, Badiri, hingga Pinangsori.

Akses Transportasi Lumpuh Total

Kondisi paling mengkhawatirkan terpantau di Kecamatan Tukka, di mana ketinggian air dilaporkan telah mencapai dada orang dewasa. Hal ini membuat akses transportasi darat lumpuh total karena kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas. Sementara itu, di Kecamatan Kolang, luapan air mencapai lutut orang dewasa, yang secara signifikan menghambat roda perekonomian dan aktivitas harian masyarakat sekitar.

Di Kecamatan Pandan, kemacetan panjang tidak terhindarkan karena banyak kendaraan bermotor yang mogok saat mencoba menerobos genangan air. Situasi tidak kalah mencekam juga terjadi di Kecamatan Tapian Nauli, di mana Sungai Mela I dan II meluap hebat hingga air bah langsung menerobos masuk ke dalam rumah-rumah warga secara mendadak. Adapun di wilayah Sarudik, Badiri, dan Pinangsori, pemukiman padat penduduk terendam air setinggi 50 sentimeter yang menyulitkan mobilitas warga.

Evakuasi Warga dan Antisipasi Susulan

Meskipun musibah akibat banjir bandang ini belum memicu laporan adanya korban jiwa, kerugian material diprediksi sangat besar. Puluhan warga terpaksa mengemasi barang berharga mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Kecamatan Tukka, beberapa keluarga telah dievakuasi dan ditampung sementara di gedung SMP Negeri 3 Tukka, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di lantai dua rumah mereka sembari berharap air segera surut.

Guna mengantisipasi situasi yang semakin memburuk, tim reaksi cepat BPBD bersama relawan setempat telah diterjunkan ke titik-titik paling rawan. Petugas melakukan patroli menggunakan perahu karet untuk menyisir kawasan terisolasi dan membantu proses penyelamatan warga rentan seperti lansia dan anak-anak. Posko darurat juga mulai didirikan di Simpang Gereja GPDI Lopian untuk mempermudah koordinasi bantuan logistik.

Langkah penyelamatan dan mitigasi bencana terus dioptimalkan oleh pihak BPBD Sumut yang terus bersinergi dengan BPBD Tapanuli Tengah guna memantau perkembangan debit air sungai di hulu agar langkah antisipasi dini dapat segera diambil jika curah hujan kembali meningkat.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Tapanuli Tengah Tenggelam! Air Setinggi Dada Lumpuhkan 7 Kecamatan, Evakuasi Darurat Dimulai
  • Tapanuli Tengah Tenggelam! Air Setinggi Dada Lumpuhkan 7 Kecamatan, Evakuasi Darurat Dimulai
  • Tapanuli Tengah Tenggelam! Air Setinggi Dada Lumpuhkan 7 Kecamatan, Evakuasi Darurat Dimulai
  • Tapanuli Tengah Tenggelam! Air Setinggi Dada Lumpuhkan 7 Kecamatan, Evakuasi Darurat Dimulai
  • Tapanuli Tengah Tenggelam! Air Setinggi Dada Lumpuhkan 7 Kecamatan, Evakuasi Darurat Dimulai
  • Tapanuli Tengah Tenggelam! Air Setinggi Dada Lumpuhkan 7 Kecamatan, Evakuasi Darurat Dimulai