Kiamat Algoritma di Layar Lebar: Film Skandal Facebook 'The Social Reckoning' Terbakar di Box Office!
Meskipun membawa misi besar untuk membongkar sisi gelap raksasa digital, film 'The Social Reckoning' justru mencatatkan performa memprihatinkan di bioskop global. Dengan angka pendapatan yang jauh dari target, proyek ambisius ini seolah membuktikan bahwa penonton mulai jenuh dengan narasi kegagalan dunia siber yang disajikan dalam format drama berat.
NEWSJABAR.ID - Industri perfilman Hollywood dikejutkan dengan kegagalan telak proyek terbaru Aaron Sorkin, The Social Reckoning, yang digadang-gadang sebagai penerus spiritual dari mahakarya The Social Network. Alih-alih merajai tangga box office, film yang mengupas tuntas skandal internal perusahaan media sosial terbesar di dunia ini justru terhempas dengan pendapatan akhir pekan pembukaan yang hanya menyentuh angka $5,5 juta.
Padahal, biaya produksi yang dikucurkan oleh Columbia Pictures dan Sony tidaklah main-main, yakni berada di kisaran $30 hingga $42 juta. Angka pembukaan ini sangat jomplang jika disandingkan dengan film pendahulunya yang sukses meraup $22 juta pada debutnya tahun 2010 silam. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan analis industri: apakah publik sudah lelah diingatkan tentang betapa buruknya dampak platform digital terhadap kehidupan mereka?
Kritik Tajam dan Absennya Wajah Ikonik
Keterpurukan film ini sebenarnya sudah tercium sejak ulasan perdana muncul. Di platform agregator ulasan, film ini hanya mampu mengantongi skor 55%, sebuah pencapaian yang dianggap medioker bagi sutradara pemenang Oscar. Tak hanya kritikus, para pengguna gadget di berbagai belahan dunia juga melontarkan kritik pedas melalui kanal-kanal digital, menyebut plot film tersebut kurang memiliki 'gigitan' yang diharapkan.
Salah satu poin yang dianggap melemahkan daya tarik film ini adalah absennya Jesse Eisenberg, aktor yang secara ikonik memerankan Mark Zuckerberg di film pertama. Meskipun Mikey Madison telah berupaya maksimal memerankan whistleblower Frances Haugen dan Jeremy Allen White berperan sebagai jurnalis Jeff Horwitz, nampaknya visi Sorkin kali ini gagal membangun koneksi emosional dengan penonton. Madison bahkan sempat memberikan isyarat dalam sebuah wawancara bahwa pendekatan penyutradaraan kali ini mungkin sedikit menjauh dari representasi otentik tokoh nyata demi dramatisasi layar lebar.
Horor Lebih Menarik Daripada Realita Pahit
Secara mengejutkan, perhatian penonton justru teralihkan ke film horor produksi Blumhouse, Other Mommy, yang sukses meraup $27,5 juta pada akhir pekan yang sama. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi industri teknologi dan hiburan bahwa pasar saat ini lebih mendambakan konten pelarian (escapism) murni dibandingkan film yang mencoba menguliahi mereka tentang bahaya algoritma.
Dengan hasil yang sangat mengecewakan ini, The Social Reckoning kini resmi menyandang status sebagai salah satu kegagalan finansial terbesar di genre drama teknologi tahun ini. Masa depan film-film biopik bertema Silicon Valley pun kini berada di ujung tanduk, menunggu apakah ada kreator lain yang mampu mengemas isu serius menjadi tontonan yang tetap menghibur massa secara luas.