Mantan Panglima Ukraina Bongkar 'Kiamat' Militer Rusia: Kekuatan Ofensif Putin Kini Sudah Patah Total!

Mantan Panglima Militer Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, memberikan pengakuan mengejutkan terkait kondisi terkini di medan tempur. Ia mengklaim bahwa kemampuan menyerang Rusia telah 'patah' akibat besarnya kerugian personel, sementara garis depan kini telah berhasil distabilkan oleh pasukan Kiev melalui teknologi canggih dan strategi jitu.

NEWSJABAR.ID - Di tengah ketegangan yang belum mereda, mantan panglima tertinggi Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, akhirnya memecah keheningan dalam sebuah wawancara eksklusif. Syrskyi menegaskan bahwa dominasi militer Kremlin mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan. Menurutnya, kemampuan ofensif Rusia saat ini berada di titik nadir setelah kehilangan ratusan ribu tentara dalam upaya agresif mereka menguasai wilayah Ukraina.

Strategi Penghancuran: Rasio Kematian yang Mengerikan

Syrskyi mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai besarnya korban di pihak Moskow. Ia menyebutkan bahwa total kerugian Rusia dalam konflik rusia ukraina mencapai enam kali lipat dibandingkan korban di pihak Ukraina. "Jika Anda hanya menghitung jumlah tentara yang tewas, perbandingannya bahkan mencapai 11 kali lipat," tegas sang jenderal. Angka-angka ini mencerminkan intensitas pertempuran yang telah menguras sumber daya manusia Rusia secara signifikan.

Meskipun data resmi sulit diverifikasi, intelijen Barat memperkirakan Rusia telah kehilangan sekitar setengah juta personel sejak invasi skala penuh dimulai. Syrskyi berpendapat bahwa jurang perbedaan jumlah korban ini, ditambah dengan serangan ke titik-titik lemah pertahanan Rusia, telah menciptakan kebuntuan yang menguntungkan posisi pertahanan Ukraina.

Gejolak Internal dan Debat Teknologi Perang

Pemecatan Syrskyi dari jabatannya pada musim panas lalu sempat memicu kontroversi besar di internal Kiev. Kritikus menyebutnya sebagai jenderal "aliran lama" yang gagap menghadapi teknologi perang modern. Namun, Syrskyi dengan tegas membela diri dengan menunjukkan bahwa di bawah komandonya, penggunaan drone mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan mampu menyerang target sejauh 2.000 km di belakang garis musuh.

Syrskyi juga mengungkap adanya gesekan tajam dengan mantan Menteri Pertahanan terkait pengadaan alutsista. Ia mengkritik kebijakan yang dianggap tidak seimbang, di mana fokus terlalu besar diberikan pada drone sementara kebutuhan esensial di garis depan justru terabaikan. "Ketidakseimbangan ini membuat militer hanya mendapatkan setengah dari apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk bertahan," ungkapnya dengan nada provokatif.

Masa Depan Militer: Robot dan Kecerdasan Buatan

Menatap masa depan, Syrskyi memprediksi bahwa peperangan akan semakin didominasi oleh sistem otomatis dan kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan pentingnya bagi mitra Eropa untuk segera membuang ilusi bahwa perang tidak akan mencapai wilayah mereka dan mulai mempersiapkan strategi militer masa depan yang lebih canggih.

Data terbaru dari berbagai lembaga kajian konflik mendukung klaim Syrskyi tentang stabilisasi garis depan. Laporan menunjukkan bahwa pada periode tertentu di tahun 2026, Moskow justru kehilangan lebih banyak wilayah daripada yang berhasil mereka rebut. Hal ini menandakan bahwa momentum serangan Rusia mungkin telah benar-benar mencapai titik jenuh, memaksa mereka berada dalam posisi defensif yang sulit.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber bbc.co.uk tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Mantan Panglima Ukraina Bongkar 'Kiamat' Militer Rusia: Kekuatan Ofensif Putin Kini Sudah Patah Total!
  • Mantan Panglima Ukraina Bongkar 'Kiamat' Militer Rusia: Kekuatan Ofensif Putin Kini Sudah Patah Total!
  • Mantan Panglima Ukraina Bongkar 'Kiamat' Militer Rusia: Kekuatan Ofensif Putin Kini Sudah Patah Total!
  • Mantan Panglima Ukraina Bongkar 'Kiamat' Militer Rusia: Kekuatan Ofensif Putin Kini Sudah Patah Total!
  • Mantan Panglima Ukraina Bongkar 'Kiamat' Militer Rusia: Kekuatan Ofensif Putin Kini Sudah Patah Total!
  • Mantan Panglima Ukraina Bongkar 'Kiamat' Militer Rusia: Kekuatan Ofensif Putin Kini Sudah Patah Total!