Kiamat Listrik AI Batal? Startup Ini Dapat Suntikan Rp2,1 Triliun untuk Bor Inti Bumi yang Membara!
Sebuah startup energi geothermal revolusioner baru saja mengamankan pendanaan raksasa sebesar US$135 juta guna mengebor batu super-panas di kedalaman bumi. Teknologi ini digadang-gadang bakal menjadi juru selamat utama dalam mengatasi dahaga energi pusat data kecerdasan buatan (AI) global.
NEWSJABAR.ID - Tren pencarian sumber energi bersih baru yang mampu menopang kebutuhan teknologi masa depan kian memanas. Mazama Energy, sebuah startup inovatif di sektor geothermal, baru saja mengumumkan keberhasilannya mengamankan pendanaan Seri B senilai US$135 juta (sekitar Rp2,1 triliun). Pendanaan yang kelebihan permintaan ini dirancang untuk mendanai proyek ambisius mereka: mengebor lebih dalam ke perut bumi guna mengekstrak energi dari batuan super-panas.
Langkah berani ini diambil di tengah ketatnya persaingan pemenuhan listrik global. Berbeda dengan proyek geotermal tradisional yang hanya memanfaatkan uap dangkal, Mazama menargetkan pengeboran horizontal hingga kedalaman lebih dari 15.000 kaki (sekitar 4,5 kilometer). Di kedalaman ekstrem tersebut, suhu batuan bisa mencapai 400 derajat Celsius (750 derajat Fahrenheit). Suhu luar biasa tinggi dengan tekanan ekstrem ini mampu mengubah air menjadi cairan "superkritis"—fase unik yang bukan cair maupun gas—yang memiliki kapasitas membawa energi jauh lebih besar daripada uap biasa.
Senjata Rahasia di Balik Kebutuhan Energi AI
Dengan kemampuan menghasilkan energi hingga sepuluh kali lipat dibanding metode konvensional, teknologi geothermal mutakhir ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam menyuplai listrik tanpa henti (24/7). Hal ini sangat krusial mengingat pesatnya perkembangan pusat data AI yang membutuhkan daya raksasa tanpa henti, sebuah tantangan yang sulit dijawab sepenuhnya oleh energi angin atau surya biasa.
Tidak main-main, situs pertama Mazama yang berlokasi di Oregon diklaim memiliki potensi kapasitas luar biasa hingga 10 gigawatt (GW). Angka ini melonjak tajam dari estimasi tahun lalu yang diperkirakan berada di angka 5 GW oleh investor terkemuka Vinod Khosla. Perusahaan menargetkan pembangkitan listrik perdana akan dimulai tahun depan, dengan target kapasitas operasional komersial sebesar 200 megawatt pada tahun 2030 mendatang.
Dukungan Finansial dari Para Raksasa Dunia
Keberhasilan pendanaan startup ini dipimpin oleh Centaurus Capital dan Doerr Capital. Tidak hanya investor modal ventura, raksasa minyak dunia seperti ConocoPhillips dan Shell Ventures juga turut menyuntikkan modal mereka ke dalam proyek masa depan ini. Mereka bergabung dengan investor lama seperti Khosla Ventures dan Gates Frontier.
Potensi dari pemanfaatan batuan super-panas ini memang sangat mencengangkan. Sejumlah riset ilmiah memproyeksikan bahwa mengekstrak hanya satu persen saja dari potensi panas bumi superkritis ini mampu menghasilkan lebih dari 63 terawatt energi listrik secara global—cukup untuk menerangi dunia selama beberapa generasi ke depan tanpa merusak atmosfer.