Gencatan Senjata Berakhir Tragis! Rusia Obrak-Abrik Pasokan Listrik Ukraina Hingga Retas Sistem Peringatan Nuklir Palsu

Gencatan senjata singkat di kawasan Kherson resmi berakhir, disusul oleh gelombang serangan udara Rusia yang melumpuhkan infrastruktur energi Ukraina hingga menyebabkan pemadaman listrik massal. Situasi kian mencekam menyusul peretasan aplikasi peringatan dini di Kyiv yang melontarkan ancaman radiasi palsu ke masyarakat.

NEWSJABAR.ID - Masa jeda kemanusiaan yang tergolong langka di wilayah Kherson, Ukraina, kini telah resmi berakhir pada Minggu malam waktu setempat. Gencatan senjata terbatas tersebut sebelumnya sempat memberikan kesempatan bagi warga sipil untuk melakukan evakuasi dari kota Oleshky yang diduduki militer Rusia. Namun, begitu batas waktu habis, eskalasi pertempuran kembali membara di garis depan.

Situasi semakin mencekam ketika pertempuran berdarah ini meluas ke ranah kejahatan siber. Angkatan Udara Ukraina membeberkan bahwa aplikasi sistem peringatan serangan udara nasional telah disusupi peretas musuh. Retasan tersebut menyebarkan pesan palsu mengenai adanya bahaya radiasi nuklir di wilayah ibu kota Kyiv. Pihak berwenang bergegas menenangkan warga dan memastikan tidak ada ancaman radiasi nyata di tengah panasnya konflik Rusia Ukraina.

Infrastruktur Energi Lumpuh Total dan Jatuhnya Korban Jiwa

Tak lama setelah gencatan senjata usai, gempuran hebat kembali melanda fasilitas publik. Presiden Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa rentetan serangan rudal melumat infrastruktur energi di empat wilayah sekaligus. Dampaknya sangat masif, membuat ratusan ribu rumah tangga mendadak kehilangan aliran listrik. Kendati tim teknisi bekerja tanpa henti, puluhan ribu pelanggan di wilayah Dnipropetrovsk masih harus bertahan dalam kegelapan.

Serangan brutal tersebut juga merenggut nyawa warga tak berdosa. Laporan dari Badan Layanan Darurat Negara Ukraina menyebutkan bahwa dua orang tewas di wilayah Vinnytsia, di mana salah satu korbannya merupakan seorang anak perempuan yang baru berusia 13 tahun. Di sisi lain, pasukan pertahanan Ukraina meluncurkan serangan balasan yang berhasil membakar pabrik pembuat bahan bakar rudal di wilayah Rostov, Rusia, serta merusak empat fasilitas produksi strategis milik lawan.

Krisis Pertahanan Udara dan Desakan Bantuan Sekutu

Imbas dari gempuran yang terus-menerus mengincar jaringan listrik membuat pemerintah Ukraina memberlakukan pemadaman listrik darurat secara menyeluruh. Bahkan di ibu kota Kyiv, warga terpaksa melewati sebagian besar hari tanpa pasokan energi listrik dan aliran air bersih. Kondisi ini memperparah krisis kemanusiaan yang dihadapi warga lokal menjelang puncak musim dingin.

Zelensky menegaskan bahwa tingginya intensitas serangan pihak musuh merupakan upaya untuk memanfaatkan celah menipisnya stok pencegat rudal balistik milik Ukraina. Ia melontarkan desakan mendesak kepada Amerika Serikat serta sekutu Eropa agar segera mempercepat pengiriman bantuan pertahanan udara canggih, terutama sistem rudal Patriot, demi melindungi nyawa jutaan warga sipil dari gempuran tak berbelas kasih.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber bbc.co.uk tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Gencatan Senjata Berakhir Tragis! Rusia Obrak-Abrik Pasokan Listrik Ukraina Hingga Retas Sistem Peringatan Nuklir Palsu
  • Gencatan Senjata Berakhir Tragis! Rusia Obrak-Abrik Pasokan Listrik Ukraina Hingga Retas Sistem Peringatan Nuklir Palsu
  • Gencatan Senjata Berakhir Tragis! Rusia Obrak-Abrik Pasokan Listrik Ukraina Hingga Retas Sistem Peringatan Nuklir Palsu
  • Gencatan Senjata Berakhir Tragis! Rusia Obrak-Abrik Pasokan Listrik Ukraina Hingga Retas Sistem Peringatan Nuklir Palsu
  • Gencatan Senjata Berakhir Tragis! Rusia Obrak-Abrik Pasokan Listrik Ukraina Hingga Retas Sistem Peringatan Nuklir Palsu
  • Gencatan Senjata Berakhir Tragis! Rusia Obrak-Abrik Pasokan Listrik Ukraina Hingga Retas Sistem Peringatan Nuklir Palsu