Proyek Gelap Rp66 Triliun Terbongkar! FIFA Kunci Dokumen Rahasia Penjualan Saham Piala Dunia di Zurich
Badai kontroversi kembali menerjang FIFA setelah rancangan komersialisasi rahasia senilai 4,2 miliar dolar AS untuk menjual hak Piala Dunia kepada investor swasta terungkap. Kendati proposal tersebut akhirnya dibatalkan akibat gelombang protes keras, FIFA kini memberlakukan aturan kerahasiaan super ketat terkait berkas dokumen investigasi yang hanya boleh diakses secara langsung oleh Anggota Dewan di Zurich.
NEWSJABAR.ID - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) kembali memicu gejolak panas di panggung olahraga global setelah menetapkan prosedur penanganan skandal FIFA yang dinilai sangat tertutup. Dokumen krusial mengenai rencana kontroversial Presiden Gianni Infantino untuk menjual sebagian saham dan hak komersial turnamen Piala Dunia kepada investor swasta dipastikan tidak akan dibuka untuk konsumsi publik.
Prosedur Ketat dan Ruang Rahasia di Zurich
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota Dewan FIFA yang berjumlah 37 orang hanya diberi kesempatan untuk melihat dokumen rahasia proyek berlabel FIFA Forward Enterprise tersebut secara langsung di markas besar Zurich, Swiss. Anggota dewan harus mendaftarkan diri dan hadir secara fisik dalam kurun waktu dua pekan ke depan di bawah protokol kerahasiaan super ketat tanpa diizinkan membawa salinan dokumen.
Langkah defensif ini diambil menyusul tenggat waktu tegas yang dilayangkan oleh Uni Sepak Bola Eropa (UEFA). Lembaga sepak bola Eropa tersebut menuntut kejelasan penuh dan transparansi terkait dasar hukum serta pihak-pihak yang menyetujui skema investasi senilai 4,2 miliar dolar AS (sekitar Rp66 triliun) itu sebelum akhirnya dibatalkan pada Juli lalu akibat penolakan keras dari komunitas sepak bola sejagad.
Mosi Tak Percaya dan Upaya Lengserkan Infantino
Sebelumnya, dalam rapat dewan yang berlangsung memanas, Gianni Infantino sempat menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang dipicu oleh proposal tersebut. Namun, Infantino enggan membeberkan perincian kronologi lahirnya rencana itu dan justru meminta para kritikus mengajukan pertanyaan secara tertulis.
Sikap tertutup ini semakin memperkeruh hubungan antara markas Zurich dan konfederasi Eropa. UEFA dikabarkan makin gencar menggalang kekuatan untuk melengserkan Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret mendatang di Rabat, Maroko. Infantino, yang menjabat sejak 2016, diketahui tengah mengincar masa jabatan periode keempat hingga tahun 2031.
Perseteruan panas ini memicu spekulasi mendalam mengenai masa depan tata kelola sepak bola internasional, di mana transparansi finansial dan integritas turnamen terbesarnya kini dipertanyakan oleh banyak pihak.