Semprit Kerukan Brutal Minerba, Bahlil Pasang Rem Darurat Eksploitasi Tambang Nasional!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan sentilan keras kepada para pengusaha sektor pertambangan mineral dan batu bara agar menghentikan eksploitasi ugal-ugalan bak orang kelaparan demi menjaga stabilitas harga komoditas dunia dan keberlanjutan cadangan alam nasional.
NEWSJABAR.ID - Pemerintah melempar peringatan menohok kepada jajaran pengusaha di sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan agar para pelaku industri tidak bertindak serakah dalam mengeruk kekayaan alam Tanah Air.
Ancaman Oversupply dan Ambruknya Harga Pasar
Dalam forum Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026, Bahlil menyoroti pola pengelolaan tambang yang berlebihan. Ia mengibaratkan perilaku sebagian pengusaha layaknya orang yang baru saja membatalkan ibadah puasa, lalu melahap seluruh hidangan tanpa memikirkan dampak kesehatan.
Eksploitasi tanpa kendali terbukti berdampak buruk pada perekonomian nasional. Sebagai contoh, saat peredaran batu bara asal Indonesia membanjiri pasar dunia hingga mencapai 540 juta ton dari total perdagangan global sebesar 1,3 miliar ton pada 2025, tingkat harga langsung merosot tajam. Imbasnya, margin keuntungan korporasi tergerus dan penerimaan kas negara tidak maksimal.
Intervensi RKAB Terbukti Dongkrak Harga Batu Bara
Melihat ketimpangan pasokan tersebut, pemerintah mengambil langkah taktis melalui pemangkasan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Strategi pengendalian pasokan ini terbukti efektif mengkatrol harga batu bara kalori 6.333 melesat hingga mencapai level US$ 154 per ton.
Namun, persoalan serupa kini menjangkiti pasar komoditas nikel. Akibat gelombang produksi domestik yang berlebihan, pasar global mengalami surplus hingga hampir 800.000 ton dari total kebutuhan dunia yang hanya berada di kisaran 3,5 juta ton per tahun. Ketidakseimbangan ini menyeret harga nikel terpuruk di level US$ 15.800 hingga US$ 16.000 per ton.
Warisan Sumber Daya Mineral untuk Generasi Masa Depan
Bahlil mengingatkan seluruh pemangku kepentingan bahwa kandungan cadangan minerba bersifat terbatas dan tidak dapat diperbarui. Oleh sebab itu, pengendalian volume produksi mutlak dilakukan guna mengamankan nilai ekonomi komoditas jangka panjang.
"Mengelola sumber daya alam kita jangan kita anggap negara ini hanya punya kita. Negara ini masih ada anak cucu kita. Kalau memang hari ini barangnya belum mahal, barangnya belum bagus, tinggalkan," tegasnya seraya meminta para pengusaha memelihara keseimbangan industri demi masa depan bangsa.