Kiamat Transportasi Publik? 90% Pekerja Komuter RI Pilih 'Adu Nasib' di Jalan Pakai Kendaraan Pribadi!

Fenomena ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi di Indonesia kian meruncing pada akhir tahun 2026. Data menunjukkan bahwa hampir 91% dari jutaan pekerja komuter di tanah air lebih memilih berjibaku dengan kemacetan menggunakan kendaraan sendiri daripada beralih ke moda transportasi massal yang jumlah penggunanya justru mengalami tren penurunan.

NEWSJABAR.ID - Tren mobilitas pekerja di Indonesia tampaknya masih terjebak dalam ketergantungan tinggi pada kendaraan bermotor pribadi. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 7,53 juta jiwa penduduk dikategorikan sebagai pekerja komuter—mereka yang bekerja melintasi batas kabupaten atau kota namun kembali ke rumah di hari yang sama. Mirisnya, mayoritas besar dari mereka, yakni sekitar 90,98%, tetap mengandalkan kendaraan pribadi atau dinas untuk mencapai kantor.

Angka ini menunjukkan peningkatan ketergantungan dibandingkan periode Agustus 2025 yang berada di angka 90,86%. Sebaliknya, minat terhadap transportasi umum justru memperlihatkan rapor merah dengan penurunan porsi pengguna menjadi hanya 7,06%, turun dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai 7,16%. Bahkan, layanan transportasi online juga tidak luput dari penurunan, di mana kini hanya mencakup 0,79% dari total pergerakan komuter.

Dominasi Wilayah Metropolitan dan Jabodetabek

Fenomena komuter ini paling kental terasa di wilayah metropolitan yang menjadi pusat perputaran uang. Berdasarkan peta sebaran mobilitas, wilayah Jabodetabekpunjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur) masih memegang rekor tertinggi dengan persentase pekerja komuter mencapai 16,79%. Posisi kedua diikuti oleh wilayah Sarbagita di Bali sebesar 14,13% dan Banjarbakula di Kalimantan Selatan dengan 10,88%.

Selain wilayah-wilayah tersebut, konsentrasi pekerja lintas wilayah juga masif terjadi di area metropolitan lainnya seperti:

  • Cekungan Bandung: Mencakup Kota dan Kabupaten Bandung, Sumedang, Bandung Barat, serta Cimahi.
  • Gerbangkertosusila: Meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Lamongan.
  • Mebidang: Kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang di Sumatera Utara.

Profil Pekerja: Lulusan SMK Paling Banyak Melaju

Menariknya, jika dibedah berdasarkan latar belakang pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi profil tenaga kerja komuter dengan porsi 26,40%. Di urutan berikutnya, kelompok terpelajar lulusan Diploma IV hingga jenjang S3 memberikan kontribusi sebesar 24,59%, disusul oleh lulusan SMA sebesar 21,17%.

Secara gender, kaum pria masih mendominasi pergerakan ini dengan angka 70,59%, meskipun angka ini sedikit menyusut dibandingkan data tahun lalu. Hal ini mencerminkan bahwa mobilitas antar-kota masih menjadi beban besar bagi kepala keluarga atau pekerja laki-laki dalam mencari nafkah.

Tantangan Infrastruktur dan Kemacetan Masa Depan

Meskipun jumlah total komuter di Indonesia mengalami penurunan tipis dari 7,69 juta pada 2025 menjadi 7,53 juta pada 2026, dominasi kendaraan pribadi tetap menjadi ancaman serius bagi kemacetan di kota-kota besar. Penurunan penggunaan angkutan umum menjadi sinyal peringatan bagi pengelola kota untuk mengevaluasi efisiensi dan jangkauan layanan transportasi massal yang ada saat ini.

Tanpa adanya pergeseran budaya mobilitas yang signifikan, visi untuk mengurangi emisi karbon dan kemacetan kronis di pusat-pusat ekonomi Indonesia nampaknya masih akan menjadi tantangan yang sangat terjal untuk ditaklukkan di masa mendatang.



Disclaimer: Artikel ini disadur dari sumber cnbcindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kiamat Transportasi Publik? 90% Pekerja Komuter RI Pilih 'Adu Nasib' di Jalan Pakai Kendaraan Pribadi!
  • Kiamat Transportasi Publik? 90% Pekerja Komuter RI Pilih 'Adu Nasib' di Jalan Pakai Kendaraan Pribadi!
  • Kiamat Transportasi Publik? 90% Pekerja Komuter RI Pilih 'Adu Nasib' di Jalan Pakai Kendaraan Pribadi!
  • Kiamat Transportasi Publik? 90% Pekerja Komuter RI Pilih 'Adu Nasib' di Jalan Pakai Kendaraan Pribadi!
  • Kiamat Transportasi Publik? 90% Pekerja Komuter RI Pilih 'Adu Nasib' di Jalan Pakai Kendaraan Pribadi!
  • Kiamat Transportasi Publik? 90% Pekerja Komuter RI Pilih 'Adu Nasib' di Jalan Pakai Kendaraan Pribadi!